Yuk Ramaikan, Masjid Istiqomah Gelar Kajian Islam Intensif Selama 10 Hari

Yuk Ramaikan, Masjid Istiqomah Gelar Kajian Islam Intensif Selama 10 Hari

0 98

ALHIKMAHCO,– Mengawali Ramadhan 1347 H, Masjid Istiqomah Bandung menggelar kajian Islam Intensif Istiqamah (KIISAH), Senin (6/6/2016). Hadir di hari pertama ini, Ustaz Aam Amirudin dan alumnus Ummul Quro Makkah Ustaz Nur Ihsan.

Pada kesempatan itu, Ustaz Aam sendiri membahas kajian parenting bertajuk Mengenal Golden Age. Sementara Ustaz Ihsan memberikan materi Tahsin 1. Di sela penjelasan pengantar Tahsin, ia juga sempat berbagi ilmu mengenai bulan Ramadhan.

IMG_1029Menurut Ustaz Nur Ihsan, Ramadhan adalah bulan mulia nan suci yang paling ditunggu umat Islam dalam meraih ridho Sang Ilahi. Di antara keistimewaan bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa-dosa hambaNya di sebelas bulan sebelumnya.

“Salah satu modal keistimewaan bulan Ramadhan adalah karena menjadi bulan diturunkannya Al-Quran. Pun demikian dengan segala sesuatu yang dimuliakan dalam Islam,” ungkap Ustaz Nur Ihsan.

“Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan, maka bulan Ramadhan menjadi mulia. Al-Quran diturunkan pada Lailatul Qadar, maka Lailatul Qadar menjadi mulia. Al-Quran diwahyukan kepada Muhammad bin Abdullah, maka beliau menjadi manusia paling mulia,” jelasnya.

Bahkan, ungkap Ustaz Nur Ihsan, bisa jadi bukan bulan Ramadhanlah yang akan dimuliakan jikalau Al-Quran diturunkan pada 11 bulan lainnya. “Kalau saja Al-Quran diturunkan pada bulan Muharram, tentu saja Muharram yang akan dimuliakan. Begitu juga apabila Al-Quran diturunkan kepada Abu Bakar, beliaulah yang akan menjadi manusia paling mulia,” katanya.

Berbekal dari keyakinan itu, ia menyumpulkan bahwa tingkat kemuliaan seseorang bisa dilihat dari sejauh mana ia berinteraksi dengan Al-Quran. “Tilawahku adalah kualitasku. Jadi orang yang berinteraksi dengan Al-Quran sebulan sekali, itulah kualitasnya. Begitu juga dengan yang setiap hari, itulah kualitasnya. Dan interaksi tertinggi adalah menerapkannya,” katanya.

Ustaz Nur Ihsan juga menjelaskan alasan mengapa kita harus membaca Al-Quran dengan benar, baik itu dari makhrajul huruf sampai hukum tajwidnya. Al-Quran, katanya, memiliki nilai kebaikan di setiap hurufnya. Dan setiap kebaikan (tegas nabi) akan bernilai 10 pahala.

“Maka dari itu akan sangat disayangkan apabila kita melewati satu huruf saja untuk meraih kebaikan,” pungkasnya. (irfan/ed.pn/Alhikmah)