Young Ikhwan; Pesan Dakwah dalam Nuansa Hip-Hop

Young Ikhwan; Pesan Dakwah dalam Nuansa Hip-Hop

0 320

Adalah Allah, Rabb semesta alam yang Maha Piawai dalam menuliskan skenario kehidupan. Banyak cara yang Allah tunjukan agar hambaNya tergiring kembali ke jalan kebenaran. Bisa dengan sesuatu yang terlihat serius, bisa juga hanya dengan sesuatu yang sederhana dan ‘tidak sengaja’.

 

Seperti yang dialami duo vokalis bergenre hip-hop, T-Joy dan Attena. Jalan hidup mereka berubah 180 derajat, setelah niat awalnya hanya mencari penghasilan, namun karena dilakukan di hal-hal yang religius, akhirnya membimbing mereka ke dalam lingkungan islami yang pernuh berkah.

“Sebelum menjadi Young Ikhwan, kita berdua bersama dua rekan lainnya mempunyai grup hip hop, bernama Sydnick (2010). Tetiba saja ada pertanyaan yang mengusik, bila di bulan-bulan biasa Sydnick ini selalu ada job buat manggung, bagaimana ketika di bulan Ramadhan? Mengingat jalur musik Sydnick ini sangat umum, dan rasanya kurang cocok untuk mengisi di perhelatan religi, sepertinya bakal off dulu,” ungkap Attena pada Alhikmah, yang saat itu bertemu di Masjid Pusdai Bandung di pertengahan Oktober 2014.

Tidak ingin hal itu terjadi, maka Attena bersama T-joy ini sepakat menginisiasi grup hip hop yang cocok bila pentas di acara-acara keislaman. Maka singkat cerita, setelah menimbang nama yang akan menjadi brand mereka, di tahun 2012 tercetuslah nama Young Ikhwan. mengingat usia mereka yang masih muda.

Namun alhamdulillah, tambah Attena, setelah Ramadhan berlalu, feedback yang dirasakan pendengar pun cukup positif.Maka berlanjutlah Young Ikhwan hingga hari ini. Karena, menurut Attena, selain mengubah nama, kami juga mengubah liriknya, lebih islami dan positif.

“Bukan ingin membanding-bandingkan, atau memilih memilah kawan. Seperti kata petuah lama, bila bergaul dengan pandai besi, maka kita akan bau arang. Tapi jika bergaul dengan tukang minyak wangi, maka kita akan kecipratan harumnya. Begitulah bila diibaratkan langkah yang diambil ini. Karena kita mulai beralih ke musik yang lebih islami dan positif, akhirnya Allah menggiring kita ke arah itu,” tambah T-Joy, yang memiliki nama lengkap Tejo Susanto ini.

Bukan tanpa alasan T-Joy berkata demikian, dari jalur musik yang dipilih itulah, ia khususnya, jadi lebih sering bertemu ustadz-ustadz kondang. Penyuka ceramah Ustadz Yusuf Mansyur ini berkata, banyak ustadz yang suka dengan lagu mereka dan menyarankan agar tetap menggawangi Young Ikhwan sebagai salah satu grup musik hip-hop religi di Indonesia. Apalagi dengan nama dan musikalitas yang diusung Young Ikhwan, pas bila menggaet generasi mudanya. Baik T-Joy dan Attena sepakat, bahwa musik hip-hop telah menjadi passion mereka sejak lama, ini juga yang membuat mereka memilih menyampaikan ajaran Islam lewat musik hip-hop.

“Saat ini untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman lewat mimbar, kami mengaku masih banyak kekurangannya. Lantas apa yang bisa kita perbuat? Ya, kami berdakwah lewat musik. Menyampaikan spirit ketauhidan lewat lirik,” papar lelaki pemilik lengkap Atep Taruna.

Menurut lelaki berusia 25 tahun itu, Islam sangat-sangat bisa disampaikan dengan musik. Di mana segala pesan-pesan keislamannya bisa dituangkan ke dalam lirik-lirik lagu. Apalagi musik hip hop adalah jenis musik yang terkenal dengan liriknya yang panjang-panjang. Sehingga muatan Islam, visi dan misinya disampaikan bisa lebih banyak dan lebih leluasa.

Masih menurut Attena, peran lirik mempunyai dampak yang besar dalam memengaruhi pendengar. Penyakit ‘mudah galau’ yang menimpa kebanyakan remaja dan pemuda dewasa ini juga karena terhipnotis oleh lirik-lirik galau yang dijejalkan sedemikian rupa.

Ini yang dimaksud oleh T-Joy, musik itu ibarat pisau. Bila diberikan ke koki, maka pisau itu bermanfaat untuk memasak. Sementara bila diberikan kepada preman, tentu akan digunakan untuk memalak dan kejahatan lainnya. Pun dengan musik, pembaca. Bila diberikan kepada orang-orang yang ingin mendakwahkan Islam, jadilah musik inspiratif. Tapi bila diberikan kepada orang yang ingin menghancurkan Islam, lihatlah kenyataan hari ini.

Karenanya, dengan nama dan nafas keislaman yang diusung Young Ikhwan, mereka ingin menjadi salah satu garda pengusung musik positif di belantika musik Indonesia. Maka tak heran, bila dalam dua tahun ini, Young Ikhwan sudah banyak manggung di pelbagai tempat dan event. Mereka menjelma menjadi band yang lagu-lagunya banyak menginspirasi kawula muda. Sebut saja lagu berjudul Syukur dan Senyum dua di antara lagu yang tercover dalam album Our Glory Track, yang belum lama ini dirilis.

Karenanya, Attena mengaku dalam membuat lirik tidak asal tulis, mereka berdua benar-benar serius menggarapnya. Hal yang menjadi inspirasi dalam membuat lirik kerap diambil dari intisari ayat quran, petikan hadits. Bahkan tak jarang inspirasinya didapat setelah membaca kitab Riyadhus Shalihin terlebih dahulu.

“Banyak yang nge-mention di jejaring Twitter, mengapresiasi lagu-lagu yang kita buat. Banyak yang terubah mood-nya setelah mendengarkan lagu-lagu dari kita, ya alhamdulillah, dan seperti yang dikatakan di awal, itulah kekuatan musik,” papar T-Joy menambahkan.

Selama dua tahun, masih banyak sekali kekurangan dan impian yang ingin ditempuh. Perjuangan mereka merintis dan memertahankan brand band hip hop syariah tak luput dari beragam tantangan. Tak jarang, mereka menolak tawaran manggung dari beberapa perusahaan yang produknya bertentangan dengan hati nurani syariat.

Bukan, bukan ingin sok jual mahal atau mengekslusifkan diri dari hal-hal demikian. karena menurut mereka, itu semua hanya bentuk prioritas yang harus dipilih. Dengan mengusung konsep yang Islami, mereka tidak mau mencoreng apa yang telah diusahakan di jalan dakwah.

Kepada pembaca Alhikmah, Attena berpesan, kepada siapapun yang sedang menjalani proses hijrah, jalani saja dulu dan sempurnakan diperjalanan. Kita kerjakan apa yang kita bisa di jalan yang benar, sisanya biar Allah yang menunjukkan keberkahannya. [] (Kevin /Alhikmah)