‘Waspada Ada Framing Teroris Berasal dari Kampus Teknik dan Sains’

‘Waspada Ada Framing Teroris Berasal dari Kampus Teknik dan Sains’

0 22

ALHIKMAH.CO–Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Kajian Islam & Sosial (LkiS) dan Studia Humanika menggelar bedah buku “Para Perancang Jihad” karya Diego Gambetta dan Steffen Hertog di GSG Masjid Salman ITB, Bandung, Kamis (19/10/2017).

Acara yang dihadiri pelbagai kalangan mulai dari dosen hingga mahasiswa ini menghadirkan pembicara akademisi cum pengurus Studia Humanika, Alfatri Adlin dan perwakilan YPM Salman ITB, Ahmad Nashir Budiman.

baca : Salman ITB Gelar Beda Buku Para Perancang Jihad

Dalam kegiatan bedah buku tersebut, Ahmad Nashir malah menekankan agar umat Islam senantiasa mewaspadai buku-buku semacam ini. “Buku ini sebuah framing, seolah-olah aksi terorisme yang dibungkus dengan Islam seakan-akan ada dan dimotori oleh orang-orang yang berpendidikan, khususnya IPTEK, dokter, atau insiyur,” jelasnya.

Ini, menurutnya, bisa berbahaya karena kaum muslim yang belajar di ilmu sains akan diberi perhatian khusus. Tapi dampaknya, orang-orang akan takut mempelajari ilmu ini.

“Padahal untuk meningkatkan kualitas bangsa dan umat Islam seluruh dunia, peranan orang-orang IPTEK itu penting.”

Besarnya peranan orang-orang IPTEK tersebut, tambahnya, karena dapat melihat kesalahan secara terstruktur sehingga dapat memilih solusi yang paling strategis.

“Contoh sederhananya air minum. Dengan adanya UU Penguasaan sumber daya air, maka perusahaan besar di dunia ini menguasai air minum di Indonesia. Akhirnya bagi kalangan tidak mampu, air minum menjadi barang yang mahal. Padahal minum itu tidak bisa dihindarkan dari kebutuhan hidup,” paparnya.

Oleh karenanya di zaman banjir informasi seperti saat ini, umat Islam perlu  membekali diri dengan ilmu agar tidak menelan informasi secara mentah. “Perlunya menganalisis informasi sebelum diterima. Karena  tidak memungkiri ada orang-orang yang sedang mem-framing Islam sebagai teroris,” pungkasnya. (nurma/alhikmah)