Utsman bin Affan, Dihilangkan Kesulitannya Karena Infak Fii Sabilillah

Utsman bin Affan, Dihilangkan Kesulitannya Karena Infak Fii Sabilillah

0 148
ilustrasi : rumah sedekah

ALHIKMAHCO,– Syahdan, selain Khadijah dan Abdurahman bin Auf, pengusaha muslim yang juga dijamin Surga adalah salah seseorang yang dekat dengan Rasulullah. Ia adalah menantu Rasul cum khalifah ketiga, Utsman bin Affan.

Ustman adalah seorang pedagang kain yang sukses dalam bisnisnya. Mempunyai banyak sekali ternak melebihi orang-orang Arab pada umumnya.

Sebagai seorang kaya raya, ahli ekonomi yang handal, kedermawanan Ustman juga tidak bisa diragukan lagi. Sejarah mencatat bagaimana kedermawanan Ustman sangat membantu kehidupan masyarakat muslim pada masa itu.

Keislaman Ustman menjadi berkah tersendiri bagi kaum muslimin. Dia selalu datang di saat orang kesusahan.

Dalam suatu kisah disebutkan, ketika kaum muslimin hendak menghadapi Perang Tabuk. Saat itu Rasulullah membutuhkan berbagai perlengkapan, logistik dan orang-orang untuk menjadi prajurit. Banyak orang yang menginginkan untuk menjadi syuhada dalam perang tersebut tetapi ditolak Rasulullah karena memang kurangnya kendaraan dan logistik yang disebabkan masa paceklik yang sedang melanda jazirah Arab. Maka orang-orang tadi kembali pulang ke tempat masing-masing dengan mata yang berlinang.

Pada saat itulah Rasulullah Saw naik ke atas mimbar. Beliau memuji Allah Swt, kemudian menganjurkan umat Islam untuk mengerahkan segala kemampuan mereka dan menjanjikan mereka dengan balasan yang besar.

Mengetahui adanya kesulitan tersebut, dengan segera Ustman berdiri dan berkata kepada Rasulullah Saw: “Aku akan memberikan 100 unta lengkap dengan bekalnya, ya Rasulullah!” Kemudian Rasulullah Saw turun satu anak tangga dari mimbarnya dan Beliau terus menganjurkan umat Islam untuk mengerahkan apa yang mereka punya. Maka untuk kedua kalinya Utsman berdiri dan berkata: “Aku akan memberikan 100 unta lagi lengkap dengan bekalnya, ya Rasulullah!”

Wajah Rasul Saw menjadi cerah, kemudian beliau turun satu anak tangga lagi dari mimbar dan beliau masih saja menyerukan umat Islam untuk mengerahkan segala yang mereka miliki. Utsman untuk ketiga kalinya berdiri dan berkata: “Aku akan memberikan 100 unta lagi lengkap dengan bekalnya, ya Rasulullah!”

Pada saat itu Rasulullah Saw mengarahkan tangannya ke arah Utsman pertanda Beliau senang dengan apa yang telah dilakukan Utsman ra. Beliau pun bersabda: “Utsman setelah hari ini tidak akan pernah kesulitan….”

Belum lagi Rasulullah Saw turun dari mimbarnya, namun Utsman sudah berlari pulang ke rumah. Ia segera mengirimkan semua unta yang ia janjikan dan disertai dengan 1000 dinar emas.  Begitu uang-uang dinar tadi diserahkan kepangkuan Rasulullah Saw, beliau lalu membolak-balikkan uang dinar tersebut seraya bersabda: “Semoga Allah Swt akan mengampunimu, ya Utsman atas sedekah yang kau berikan secara terang-terangan maupun sembunyi. Semoga Allah juga akan mengampuni segala sesuatu yang ada pada dirimu, dan apa yang telah Ia ciptakan hingga terjadinya hari kiamat.”

Kedermawanan Ustman juga ditunjukkan, ketika terjadi musim paceklik pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar as shidiq. Ustman menyedekahkan bahan makanan berupa gandum, minyak dan anggur kering yang diangkut dengan 1000 ekor unta bagi kaum fakir yang membutuhkan.

Selain itu Utsman bin Affan juga pernah membeli sumur yang jernih airnya dari seorang lelaki Yahudi seharga 200.000 dirham yang kira-kira sama dengan dua setengah kg emas pada waktu itu. Sumur tersebut kemudian diwakafkan untuk kepentingan rakyat umum. Demikianlah seorang Ustman, sosok yang selalu peduli dengan kesulitan orang lain dan tanpa mengharapkan imbalan apa-apa kecuali ridha Allah Swt.

Pembaca, baik Khadijah, Abdurahman bin Auf, ataupun Utsman bin Affan membuktikan bagaimana besarnya harta yang mereka miliki tak menjadi aral yang merintang mereka bersedekah di jalan Allah. Demi kemajuan dakwah Islam. Wallahu a’lam, semoga bermanfaat. []