Ustaz Maman Menegaskan Dana Riba Tidak Boleh Dizakatkan

Ustaz Maman Menegaskan Dana Riba Tidak Boleh Dizakatkan

ALHIKMAH.CO,– Kesadaran masyarakat Indonesia tentang riba kian menguat, terbukti dengan banyaknya lembaga sosial pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) membuka pos khusus untuk mengelola dana riba tapi bukan dalam bentuk zakat.

“Harta haram termasuk harta riba tidak wajib zakatnya dan tidak sah. Karena harta haram itu secara agama tidak berhak dimiliki, sedangkan syarat zakat adalah kepemilikan yang utuh. Dan Allah SWT juga adalah innallaaha thayyib, laa yaqbalu illa thayyiban, Allah itu baik dan Allah tidak akan menerima harta kecuali dari hal yang baik,” Terang Ustaz Maman Surahman, Lc., MAg., ketika ditemui Alhimah pada event Tea Walk + Archery, Nge-Teh di Taman “Surga” bertema Bincang Santai Sumbangsih Wakaf untuk Peradaban, Ahad (11/02/2018).

Harta haram, terang Ustaz Maman, mencakup harta yang didapatkan berasal dari mencuri, riba, dan korupsi. “Sebabnya harta yang haram itu kotor dan tidak bisa dibersihkan.”

Maka jika bertaubat dari harta riba, lanjutnya, berarti hanya mengambil pokok uang saja. Jika menggunakan bank konvensional berarti hanya mengambil pokok harta yang ditabungkan. Sedangkan ribanya itu silakan digunakan pada dana-dana sosial yang bukan untuk peribadahan secara khusus.

“Misalnya digunakan untuk membangun jalan, membangun fasilitas kepentingan umum, penerangan, dan pembayaran listrik umum. Sekali-kali tidak boleh digunakan untuk peribadahan secara khusus misalnya seperti diinfakkan ke masjid atau didonasikan untuk yatim piatu.”

Sedangkan terkait santernya wacana lembaga ZISWAF mengelola wakaf, Ustaz Maman menanggapi tidak boleh diterima, kecuali memiliki pos khusus untuk mengelola dana riba tersebut.

“Untuk lembaga pengelola ZISWAF tidak boleh menerima kecuali lembaga tersebut punya pos untuk dana sosial, seperti pos untuk perbaikan jalan, pos untuk fasilitas umum, boleh digunakan disitu. Tapi jika dana riba itu digunakan untuk ibadah secara khusus, itu tidak boleh.”

Termasuk tidak boleh jika uang riba digunakan untuk gaji amil di lembaga ZISWAF. “Karena mereka bekerjanya baik, maka harus mendapatkan gaji dari hal yang baik juga. Kalaupun ternyata ada uang haram yang masuk ke lembaga sosial, cari atau buatkan pos untuk kepentingan umum. Tidak boleh uang riba yang masuk itu digunakan untuk gaji, operasional, dan hal-hal yang sifatnya thayyib,” tegasnya.

“Kesimpulannya, kita harus berlepas diri dari harta yang haram termasuk harta riba.karena riba ini termasuk dosa besar. Bahkan 1 dirham yang dimakan seseorang dari riba dan dia tahu itu adalah harta riba, maka dosanya lebih besar dari 36 kali berzinah,” tutup Ustaz Maman. [nurm/Alhikmah]