Upaya Redam Angka Kematian Ibu-Anak, RBC Gelar Seminar Kesehatan

Upaya Redam Angka Kematian Ibu-Anak, RBC Gelar Seminar Kesehatan

0 40

 

ALHIKMAHCO,– Membincang masalah Angka Kematian Ibu (AKI) maupun Angka Kematian Bayi (AKB), seakan tak ada habisnya. Menurut data UNICEF, 10 ribu ibu meninggal karena masalah kehamilan dan persalinan. Pun per tahun 2012, tercatat 228 kematian anak dari 100 ribu kelahiran hidup.

Masih jauh panggang dari api, jika menilik target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 yang menargetkan 102 kematian per 100 ribu kelahiran.

Hal ini ditengarai karena beberapa hal. Hasil penelitian dari Women Research Indonesia menyebut, ada hubungan kematian ibu dengan kemiskinan. Ini terhubung dengan pengetahuan akan kesehatan, juga kurangnya edukasi.

Sehingga, dalam laporan tersebut, kurangnya pengetahuan berakibat pada keterlambatan mengambil keputusan, akses pelayanan kesehatan yang sulit, terlambat bertindak di sarana pelayanan kesehatan.

Menurut dokter cum praktisi kesehatan, Dr Erni Trisnasari, edukasi pada masyarakat terkait masalah kesehatan dan persalinan, laki-laki maupun perempuan, sudah sangat urgen. Berbagai pihak, tak hanya pemerintah, harus turun tangan mengatasi masalah ini.

“Edukasi dan sosialisasi pengetahuan untuk kebaikan bersama sangat diperlukan. Supaya kesehatan bisa terjaga, sehingga dapat melahorkan generasi yang kuat dan unggul,” kata direktur Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) ini.

Sebab itu, menginjak usia ke-12, RBC mengajak masyarakat  mengenal lebih dekat hambatan yang memperlambat kemajuan mencegah kematian ibu-anak ini. Terutama, kata Dr Erni, dalam kaitannya untuk meningkatkan kesehatan. RBC pun mengadakan Seminar Kesehatan dan Inspiring Motivation dengan tema “Evidence Based Maternal and Neonatal – Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi”.

Acara yang digelar pada Sabtu (3/12/2016) di Auditorium Poltekkes Bandung ini mengundang sejumlah praktisi andal. Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI), Dr. H. Hanny Rono S., Sp.OG(K), M. hadir menjadi keynote speaker dalam kegiatan ini.

Tak ketinggalan founder RBC, DR. Dr. Jeffry Iman Gurnadi, SpOG(K) FM, M.Kes dan Dr. Tito Gunantara, Sp.A, M.kes akan membagi pengalamannya dalam menciptakan kesehatan layak bagi kaum.

Lalu, ada Prof. Raldi Koestoer yang akan berbicara kisahnya saat menggagas Inkubator gratis untuk kaum marginal. Juga, cerita Bidan Kesih, seorang praktisi kesehatan yang masyhur kiprahnya dan telah meraih Srikandi Award.

“Dengan seminar ini, kami mencoba bersinergi, sama-sama berjuang menciptakan generasi yang kuat untuk Indonesia kedepannya,” harap Dr. Erni. [rilis]