Umat Islam Serukan Media Islam Bersatu

Umat Islam Serukan Media Islam Bersatu

0 57

ALHIKMAH.CO,– Menanggapi kasus pemblokiran sejumlah media Islam, DKM Al-Azhar Kebayoran-Jakarta menggelar Tabligh Akbar dengan tema ‘Jangan Berangus Media Dakwah Kami’. Hadir sebagai pengisi materi, Pimpinan AQL Islamic Centre – Bahtiar Nasir, Pimpinan redaksi Media Hidayatullah-Mahladi, Pimpinan redaksi Majalah Gontor Adnin Armas, Irjenpol (Purn) Anton Tabah, dan  pengamat terorisme Musthofa Nahrawardaya.

Di sesi pertama, Pemred Majalah Hidayatullah mengisahkan beberapa kejanggalan yang dilakukan pemerintah terhadap medianya. “Media kami adalah media resmi yang sudah cukup lama berdiri, hal lain yang menyangkut pendirian medianya juga jelas, tapi kami termasuk yang diblokir pemerintah,” ujar Mahladi mengawali sesi dialog selepas Isya (D’lisya) DKM Al Azhar, Jumat (03/04/2015).

Dalam kesempatan itu, Mahladi juga menekan bahwa tuduhan-tunduhan BNPT yang mengatakan media Islam radikal tidak bisa dibuktikan.

Di sesi kedua, pengamat terorisme, Mushofa menilai BNPT terlalu mudah memberikan cap radikalisme dan teroris pada media Islam. Ia mencontohkan kasus pemberitaan konflik di Timur Tengah, tapi ketika ada media yang memberitakan akan hal itu, disebut radikal oleh BNPT.

“Secara fakta, di Timur Tengah terjadi peperangan. Tapi masa cuma memberitakan peperangan saja langsung dituduh media radikal?” ujar Mus bertanya-tanya.

“Keberadaan media Islam sangat penting. Seandainya tidak ada media Islam, maka tidak ada berita penyeimbang yang ditulis oleh media-media pro-Barat,” lanjut Musthofa di hadapan ratusan jamaah.

Sementara itu, selain mengupas bahaya indikator radikalisme versi BNPT yang belum jelas, Adnin Armas juga melihat ada upaya terselubung dari musuh-musuh islam terkait hal ini. “Identitas Islam sekarang ingin dilepaskan oleh musuh-musuh Islam. Yang mereka kembangkan justru Islamophobia,” ucap Ustadz Adnin.

Namun Direktur INSISTS ini juga melihat ada hikmah ketika pemerintah memblokir situs-situs Islam. Sebab dengan begitu, masyarakat kian mengenal situs-situs tersebut dan yang terpenting media-media Islam ini menjadi bersatu.

Senada dengan ucapan Ustadz Adnin, Ustadz Bahtiar merasa bersyukur ketika websitenya diblokir. “Mendengar situs Islam diblokir, termasuk media saya. Saya ucapkan Alhamdulillaah. ini momen bersatunya umat Islam,” ucap Ustadz Bahtiar.

“Sudah saatnya umat Islam berfikir jauh. Dengan momentum ini, media Islam wajib menjadi media mainstream,” tandasnya berharap. (pnurullah/alhikmah)