Tugas Berat yang Mesti Dijaga Itu Bernama Amanah!

Tugas Berat yang Mesti Dijaga Itu Bernama Amanah!

0 166
ilustrasi : yuanapurnama blog

AMANAH merupakan sikap yang harus dimiliki oleh umat Islam, yang merupakan salah satu bentuk dari akhlakul karimah. Pengertian amanah menurut arti bahasa ialah ketulusan hati, kepercayaan (tsiqah), atau kejujuran. Kebalikan dari sikap ini adalah khianat.

Makna amanah di sini adalah suatu sifat dan sikap pribadi yang setia, tulus hati, dan jujur dalam melaksanakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya, berupa harta benda, rahasia maupun kewajiban. Pelaksanaan amanat dengan baik disebut al-amin, yang berarti dapat dipercaya, jujur, setia, dan aman. Kewajiban memiliki sifat ini, ditegaskan Allah dalam firman-Nya berikut ini : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimannya, dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil” (QS. an-Nissa [4]: 58)

Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak hanya menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah, menunaikan hak Allah adalah amanah. Memerlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar. [i]

Amanah adalah suatu tugas yang berat dipikul, kecuali bagi orang yang memiliki sifat amanah tersebut. Dalam kehidupan ini, diciptakannya manusia ke muka bumi ini, juga memikul suatu amanah. Seperti yang diterangkan dalam ayat berikut : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. (QS. al-Ahzab [33]: 72)[ii]

Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.[iii]

[i] Hamzah Ja’cub, (1978), Ethika Islam : Pokok-pokok Kuliah Ilmu Akhlak, Jakarta: Publicita, hlm. 78

[ii] Rosihan Anwar, (2008), Akidah Akhlak, Bandung: Pustaka Setia, hlm. 225

[iii] Amru Khalid, (2007), Berakhlak Seindah Rasululloh, Semarang: Pustaka Nuun, hlm. 56