Tolak Rehabilitasi PKI, Ratusan Massa FPI Gelar Aksi di Gedung Sate Jabar

Tolak Rehabilitasi PKI, Ratusan Massa FPI Gelar Aksi di Gedung Sate Jabar

0 91

ALHIKMAHCO,– Front Pembela Islam (FPI) Jabar menolak wacana rekonsiliasi atas korban-korban tragedi 1965 di pihak PKI, yang baru-baru ini digulirkan Menkopolhukam, Luhut Pandjaitan. Sebab itu, FPI menggelar Apel Siaga “Ganyang PKI, NKRI Harga Mati!”, di Gedung Sate pada Selasa (31/5/2016).

Dalam pantauan Alhikmah, sekira 500 orang memadati kantor pemerintahan provinsi Jabar tersebut. Tokoh-tokoh DPD FPI secara bergiliran melakukan orasi, menyatakan kekhawatiran atas potensi bangkitnya PKI, jika rekonsiliasi tersebut terjadi.

“Sinyal-sinyal bangkitnya komunis di Indonesia mulai terlihat ketika pemerintah membentuk komisi rekonsiliasi. Apalagi jika negara memberikan rehabilitasi bagi PKI. FPI menolak hal ini,” ujar Ketua Dewan Tanfidzi FPI Jabar, Abdul Qohar NZ dalam orasinya.

Ia menekankan, rekonsiliasi tersebut merupakan salah satu indikasi kebangkitan PKI di Indonesia. Ada banyak lagi cirinya, kata Abdul Qohar, termasuk merebaknya kaus-kaus berlambang palu arit, yang justru disebut sebagai tren.

Turut hadir dalam Apel Siaga tersebut, Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein. Ia menyatakan, seluruh pihak mulai dari kepolisian, ulama, hingga TNI harus bersatu agar potensi berdirinya negeri komunis bisa ditangkal.

“Ada TAP MPRS nomor 15 tahun 1966, tentang pelarangan penyebaran paham komunisme, namun saat ini antek-anteknya sudah bangkit, dan tersebar di DPR, MPR, kepresidenan yang menyusup tanpa kita ketahui,” katanya.

Di akhir Apel Siaga, FPI membakar bendera berlambang palu arit, yang merupakan lambang komunis internasional. Disertai kepolisian yang berjaga, Apel Siaga dibubarkan secara tertib. (Aghniya/Alhikmah)