Tokoh Pers Nasional Angkat Suara Tanggapi Pemblokiran Media Islam

Tokoh Pers Nasional Angkat Suara Tanggapi Pemblokiran Media Islam

0 128
pict:pwipamekasan.com

ALHIKMAH.CO,– Ramainya perbincangan atas diblokirnya sejumlah media Islam oleh Kominfo, mengundang reaksi dan pendapat pelbagai kalangan. Tak ketinggalan dengan tokoh pers nasional Atmakusumah Astraatmadja. Dalam kasus ini, dikatakannya media online bisa mengajukan protesnya bila pemblokiran tersebut tidak sesuai dengan alasannya.

“Ya boleh diprotes kalau media tersebut memang tidak mengembangkan siaran yang isinya sempit (red_yang dituduhkan),” ungkap Atmakusumah saat dihubungi Alhikmah via seluler, Senin, (30/03/2015).

“Namun, media online yang bisa berlindung di bawah UU Pers adalah media yang memang terklasifikasikan sebagai pers yang sah, bukan abal-abal yang tidak memenuhi syarat dari dewan pers,” lanjutnya.

Kendati demikian, Ketua Dewan Pers Independen periode Mei 2000 – Agustus 2003 ini belum bisa banyak berkomentar, sebab ia juga belum melihat bahan pertimbangan yang menjadi alasan pemblokiran yang dilakukan Kemenkominfo.

Namun, dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan, Indonesia merupakan negara yang menjunjung kebebasan pers, agar jangan sampai adanya pemblokiran sepihak. “Kalau terjadi delik pers, memang ada sanksi pidana penjara, paling-paling ya denda kalau itu pidana, atau ganti rugi kalau itu perdata. Tapi sanksi pidana maupun perdata ini pun jangan terlalu tinggi, agar masyarakat tidak juga menjadi takut dalam menyatakan pendapatnya,” ujar mantan Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS).

Dengan adanya iklim seperti ini, Atmakusumah tidak menginginkan kondisi pers seperti zaman Soekarno maupun Soeharto yang dinilai sama-sama otoriter. Atau yang dimanfaatkan kekuatan politis lainnya, sehingga menghimpit kebebasan pers itu sendiri.

“Pertanyaannya, mampukah kita memanfaatkan kebebasan pers ini dengan tetap menggunakan kode etik jurnalistiknya? Kalau kita tidak menggunakan dan memanfaatkan Profesionalisme Pers, maka akan semakin banyak kekuatan politik yang menghalangi kebebasan pers ini,” tandas Atmakusumah. (aghniya/pnurullah/alhikmah)