Terlanjur Memblokir, Akhirnya Kemenkominfo Putuskan Buka Kembali 12 Situs Media Islam

Terlanjur Memblokir, Akhirnya Kemenkominfo Putuskan Buka Kembali 12 Situs Media Islam

0 84

ALHIKMAH.CO– Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo) yang sudah terlanjur memblokir 19 situs media islam akhirnya memutuskan untuk membuka pemblokiran kepada 12 media islam dari 19 situs yang dituduh menyebarkan radikalisme.

Kompas.com melansir keputusan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan rapat panel Terosisme, SARA dan Kebencian dalam forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (PSIBN) pada hari Kamis (9/4/0215)

“10 situs telah hadir dan mengisi data diri, sedangkan dua situs mengajukan pembukaan melalui surat,” demikian tertulis dalam lampiran rekomendasi tim panel, Kamis (9/4/2015) dilansir Kompas.com.

Dua belas situs yang telah dibebaskan ini dapat diakses kembali.  dengan catatan seluruhnya diklaim akan diberikan pengawasan. Daftar lengkapnya adalah:

1. hidayatullah.com
2. salam-online.com
3. aqlislamiccenter.com
4. kiblat.net
5. gemaislam.com
6. panjimas.com
7. muslimdaily.net
8. voa-islam.com
9. dakwatuna.com
10. an-najah.net
11. eramuslim.com
12. arrahmah.com

Sebelumnya, terdapat 19 situs yang dituding “radikal” yang diblokir Kemenkominfo. Dengan dibukanya 12 situs ini, masih ada tujuh situs berikut ini yang masih diblokir, karena belum mengadukan normalisasi: ghu4ba.blogspot.com. thoriquna.com, kafilahmujahid.com, lasdipo.com, muqawamah.com daulahislam.com, dakwahmedia.com.  Masyarakat pun mempertanyakan alasan Kominfo memblokir media Islam.

Kepala Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu mengatakan, tujuh situs tersebut masih diblokir karena hingga saat ini Kementerian belum bisa menemui pengelolanya. Namun mereka masih memiliki kesempatan untuk membebaskan diri dengan terlebih dahulu menghubungi kementerian.

“Karena kita tidak bisa komunikasi dengan pemilik situs dan dari mereka juga tidak ada yang menghubungi Kominfo,” pungkas Ismail dalam pesan singkat kepadaKompasTekno. (mr/kompas/alhikmahco)