Terkait Kejanggalan Kematian Siyono, Jokowi Harus Berani Tegur Kapolri

Terkait Kejanggalan Kematian Siyono, Jokowi Harus Berani Tegur Kapolri

0 31
kapolri Jenderal Badrodin Haiti (sumber: kompas.com)

ALHIKMAH.CO—Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar meminta agar Presiden Joko Widodo turun tangan menegur Polri agar transparan dalam mengungkap penyebab kematian Siyono, terduga teroris asal Klaten Jawa Tengah.

Pasalnya, hingga saat ini, Polri belum juga menghukum anggota Densus yang diduga menganiaya Siyono hingga tewas. “Ini yang bisa arahkan Presiden, karena Polri di bawah Presiden. Presiden harus minta Polri terbuka dalam menjalankan tugas, harus cepat memberikan informasi bukan menyembunyikan,” kata Bambang Widodo Umar dilansir VIVA.co.id, Rabu (13/4/2016).

Menurut Bambang, keterlibatan Presiden dalam kasus ini bukan bentuk intervensi pemerintah terhadap proses hukum, tapi untuk memastikan proses penegakan hukum dan kewenangan yang melekat pada anggota Polri berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau pemerintah melindungi, pemerintah keliru juga. Tujuannya supaya baik melalui tranparansi soal kewenangannya,” ujar Staf Pengajar di Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia.

Apalagi, lanjut Bambang, pernyataan pejabat tinggi Polri yang seolah tak melihat ada kejanggalan dalam kematian Siyono. Maka dari itu, Presiden Joko Widodo perlu ingatkan Polri.

“Kalau berkelit, menunda-nunda, itu harus ditangkap sinyal itu oleh Presiden, ‘eh Polisi kamu harus terbuka terhadap rakyat’,” tegasnya. (mr/alhikmah/viva)