Teladan Infak Khadijah

Teladan Infak Khadijah

0 54
pict. panjimas

ALHIKMAHCO,– Sejarah Islam mencatat banyak sekali sosok pengusaha muslim di zaman Nabi yang sukses pada masanya. Tersebut pengusaha perempuan Khadijah, atau saudagar Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan. Tak ada yang meragukan kepiawaian mereka dalam berdagang.

Kendati demikian, gemerlap harta tak menyilapkan mata mereka. Sejak Islam telah bersinar di hati masing-masing, segala harta yang mereka punya semuanya dihibahkan demi kemajuan Islam. 

Sebagaimana yang dilakukan Khadijah, di masa awal-awal kemunculan Islam di Kota Mekkah. Azti Arlina dalam Belajar Bisnis Kepada Khadijah menyebutkan Khadijah lahir dari keluarga bangsawan Quraisy. Ia besar di kalangan keluarga yang memiliki pencarian hidup sebagai pedagang besar. Ia juga pernah mendapatkan warisan dari harta dua suaminya yang telah wafat.

Namun, semua harta tersebut tidak membuat seorang Khadijah hanya duduk santai menikmati kekayaan. Sebaliknya, Khadijah begitu ulet dalam berbisnis, sehingga namanya diperhitungkan pada zamannya sebagai pengusaha sukses.

Saat menjanda, ia fokus berbisnis sembari mengurus anaknya. Seiring berjalannya waktu, bisnisnya semakin membesar, hingga Khadijah dikenal sebagai salah satu ‘penguasa’ bisnis Makkah.

Pernikahan bersama Rasulullah menjadi pernikahan ketiga dan yang terakhir baginya. Rasulullah pun tak pernah menikah lagi dengan wanita lain sepanjang hidup Khadijah.

Peranan Khadijah sangatlah besar, terutama ketika masa Muhammad diutus sebagai Rasulullah, Khadijah menjadi orang pertama yang mengakui kenabian beliau. Khadijah selalu mendampingi Rasulullah saat diterpa kesulitan, ketika masyarakat Mekkah menentang dakwah beliau.

Khadijah bahkan rela memberikan semua hartanya untuk dakwah menjunjung agama Allah. ia bersedia hidup di tengah kemiskinan bersama Rasulullah setelah hartanya habis untuk kepentingan dakwah.

Khadijah selalu setia menemani perjuangan Rasulullah hingga ajal merenggut nyawanya. Khadijah wafat di Makkah pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh dari awal kenabian. Ia wafat pada usia 65 tahun dan dikebumikan di Al-Hajun. Saat itu Rasulullah benar-benar dilanda kesedihan yang mendalam. Tahun wafatnya Khadijah menjadi tahun kesedihan di kehidupan Rasulullah.

“Dia (Khadijah) beriman kepadaku disaat orang-orang mengingkari. Ia membenarkanku disaat orang mendustakan. Dan ia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tiada mau”. (HR. Ahmad)