Tausiyah Rasulullah di Akhir Sya’ban

Tausiyah Rasulullah di Akhir Sya’ban

0 10

Oleh: Prof. DR. KH. Miftah Faridl*

Dari Salman Al Farisi ia berkata: “Rasulullah Saw berkhutbah di hadapan kami di hari terakhir bulan sya’ban: wahai manusia, telah datang kepadamu bulan yang diberkahi, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan Allah Swt., mewajibkan berpuasa di bulan itu menjadikan shalat malamnya sebagai ibadah sunnah Barangsiapa melakukan amalan sunnah dalam satu perkara yang baik, maka ia seperti telah menjalankan kewajiban pada bulan lainnya. Siapa yang melakukan suatu kewajiban maka pahalanya) seperti menjalankan 70 kewajiban. Puasa itu bulan kesabaran, orang sabar berpahala surga. Ramadhan bulan kelapangan, pada bulan ini rezeki seorang mukmin ditambahkan. Barangsiapa memberi makan orang berbuka puasa, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak dan menghapuskan dosa-dosanya.

Rasulullah Saw ditanya: “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita mempunyai sesuatu untuk memberi. Beliau menjawab: “Allah Swt., memberi pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun hanya seteguk susu, sebutir kurma atau seteguk air, barangsiapa memberi makan hingga kenyang kepada orang yang berpuasa maka ia berhak mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya. Dan Allah Swt., akan memberinya minuman dari telagaku dengan minuman yang olehnya ia tidak akan merasa haus hingga memasuki surga dan ia mendapatkan pahala seperti orang puasa tanpa kurang sedikitpun. Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, tengahnya maghfirah (ampunan) dan akhirnya diselamatkan dari neraka.”

Barangsiapa meringankan beban budaknya pada bulan ini, maka Allah Swt juga akan menyelamatkannya dari neraka. Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yang dua hal dapat mendatangkan keridhoan Tuhanmu dan yang dua hal kamu pasti memerlukannya.

Dua hal yang mendatangkan keridhoan Allah yaitu syahada (Laa ilaaha ilallaah) dan beristighfar kepada Allah. Sementara dua hal yang pasti kalian memerlukannya yaitu mohonlah kepada Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka. Dan barangsiapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka) dan Allah akan memberinya minum dari telagaKu (haudh) di mana dengan sekali minum ia tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga. Hadits ini diriwayatkan oleh imam ibnu khuzaimah (3: 191-192 no 1782).

Dari Abu Qilabah dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah Saw., bersabda Ramadhan telah datang kepada kalian itu bulan berkah. Allah Swt telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Di bulan itu pintu surga dibuka dan syetan pintu neraka Jahim ditutup dan setan pembangkang dibelenggu. Demi Allah bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkannya“. Shahi Nasa’ (2106).

Terakhir, Nabi Saw., berpesan kalau saja orang itu tahu tentang keagungan dan kesucian Ramadhan, pasti ia ingin hidupnya di bulan Ramadhan terus-terusan. Ia gembira ketika akan bertemu dengan Ramadhan dan ia akan bersedih karena akan berpisah dengan bulan Ramadhan. []

dirangkum dari buletin MUI Bandung