Tangkap Pria Berpisau di Pesantren, Santri Panyawungan : Saya Yakin Dia Tidak Gila

Tangkap Pria Berpisau di Pesantren, Santri Panyawungan : Saya Yakin Dia Tidak Gila

1 59
suasana Pesantren Nahdjussalam

ALHIKMAH.CO—Senin dini hari, santri Pesantren Nahdjussalam Panyawungan menangkap seorang mencurigakan yang membawa pisau di lingkungan Pesantrennya. Setelah itu sempat ada pemberitaan di beberapa media bahwa pelaku diduga gila. Andi, seorang saksi mata yang juga santri yang ikut meringkus pria berpisau, membantah pemberitaan tersebut.

“Saya itu mengklarifikasi keterangan-keterangan dari orang lain itu. Soalnya banyak yang nggak sesuai kronologis itu. Dikatakanlah orang gila yang lagi jalan aja kita gebukin, dll tanpa ada konfirmasi ke pihak yang memang berada di TKP,” kata Andi saat ditemui Alhikmah.co di Pesantren Nahdjussalam, Jl. Panyawungan No.9, Cileunyi, Bandung, Kamis (08/02/2018).

baca juga : Ini Kronologi Santri Pesantren Nahdjussalam Tangkap Pria Berpisau Mencurigakan

Ia meyakini bahwa pelaku bukanlah orang gila, karena dia dengan sadar merespon dan menjawab pertanyaan para santri dengan benar. “Terus kalau misalnya disebut orang gila, saya meyakini pertama kali disitu, bahwa dia nggak gila. Soalnya memang nyambung, keadaan nyambung, dari responnya juga dia kayak gitu,” katanya.

Sebagai orang yang sudah lama tinggal di Panyawungan, Andi yang sudah lama melihat orang gila di sekitar pesantren merasa agak janggal dengan respon pria yang ditangkapnya. “Responnya itu bisa disebut nggak lazim buat orang gila. Lazimnya orang gila kan ada tatapan kosong, ada cuek, kalau misalnya dibalik menggertak, kita kadang-kadang takut, malah dia belum apa-apa juga sudah takut, ini nggak,”katanya.

“Kita liat respon dianya aja memang nggak seperti orang gila. Kita kejar terus mungkin dia kalah, capek, jadi lambat larinya akhirnya kena di sana. Biasa saja seperti orang normal aja,”pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa media menyebutkan bahwa pelaku diduga gila dan akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Salah seorang keluarga Pondok Pesantren Nahdjussalam, Tubagus menjelaskan, bahwa persoalan ini sudah selesai dan sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang.

Alhamdulillah, permasalahan ini sudah clear dan situasi juga sudah kondusif, kembali tenang serta tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di pondok. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depannya baik di sini, maupun di tempat lain agar kondisi kembali aman dan tenteram,” harapnya. (nurma/alhikmahco)