Sultan Yogyakarta Kisahkan Sejarah Kontemplatif Kongres Umat Islam

Sultan Yogyakarta Kisahkan Sejarah Kontemplatif Kongres Umat Islam

0 75

ALHIKMAH.CO,– Dalam sambutan pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6, Sultan Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengisahkan ada garis sejarah yang kontemplatif ketika umat muslim menggelar kongres.

“Di tahun 1903, saat diselenggarakan Kongres Khilafah di Jakarta oleh Jamiatul Khair, Sultan Turki mengirim utusannya, Muhammadd Amin Bey,” ungkap Sultan Hamengku Buwono X di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Senin (09/02/2015).

Kongres itu menetapkan fatwa, haram hukumnya muslim tunduk pada penjajah Belanda. Dari kongres inilah benih semangat kemerdekaan membara. Bahkan, tambah Sultan, pada 1945 pun, bertempat di Yogyakarta, melalui KUII ke-1, lahir partai islam fenomenal, yakni Masyumi.

“Lalu apa relevansinya uraian tersebut dengan kongres ini? kongres ini diharapkan menjadi ajang pemersatu umat Islam. Melalui dialog para pemukanya dapat merumuskan solusi bersama meretas persoalan-persoalan umat Islam di pelbagai lini,” lanjutnya di hadapan tujuh ratusan peserta kongres.

Gubernur DIY ini mengatakan, kongres ini harus membawa aspirasi umat tanpa membeda-bedakan mazhab. Sebagaimana fungsinya, harus berani menegakkan amar Ma’ruf Nahi Munkar. Serta, tambah Sultan, memberikan nasihat politik dengan basis keagamaan kepada pemerintah.

Sultan juga menekankan, pentingnya kongres pemersatu umat Islam di tengah kegamangan rakyat Indonesia. Terutama ketika melihat perilaku para pemimpin yang kian melupakan esensi pengabdian untuk rakyat.

“Di tengah terjadinya ketidakpastian seperti sekarang ini, segala kebijakan, fatwa, dan sikap yang dihasilkan, harus mengacu pada kebermanfaatan atas dasar ukhuwah,” pungkas Sultan Hamengku Buwono X. (pnurullah/alhikmah)