Status Berujung Kontroversi, Partisipan D4F Sampaikan Permohonan Maaf

Status Berujung Kontroversi, Partisipan D4F Sampaikan Permohonan Maaf

0 1225
ScreenShot Permohonan Maaf Wildan Mukhlisin

ALHIKMAH.CO — Wildan Mukhlisin, Partisipan Komunitas Dream For Freedom (D4F) tak menyangka status dia di akun Facebook pribadinya berujung kontroversi. Kalimat “Ketika ulama merestui D4F” dan “Sahabat semua D4F aman dijalankan menurut legalitas, system & halal” di statusnya, yang disertai foto bersama dengan Ketua Umum MUI Kota Bandung, KH. Miftah Faridl pada pertemuan internal Pengurus dan Pembinan Yayasan Istiqomah Bandung Selasa 10/11/2015 lalu, memancing pertanyaan Netizen. Beberapa di antaranya masuk langsung ke akun twitter pribadi Kyai Miftah @miftahfaridl_ID, yang meminta  klarifikasi atas status tersebut.

Menjawab pertanyaan Netizen, Ulama kharitsmatik ini pun menyampaikan klarifikasi resminya kepada media pada Rabu 11 November 2015. (baca: Diklaim Dukung Dream For Freedom, Ini Klarifikasi Ketum MUI Kota Bandung KH MIftah Faridl)

Merasa bersalah telah mengunggah opini pribadi yang menimbulkan kontroversi, Wildan menghubungi redaksi Alhikmah.co untuk menyampaikan hak jawab. Kamis, 12 November 2015 selepas Dzuhur di Masjid Istiqamah Bandung, difasilitasi Ketua Yayasan Istiqamah Bandung, Ir. H. Bambang Pranggono, Ridwan menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara pribadi kepada Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dan juga publik, atas statusnya yang menimbulkan multi interpretasi di tengah masyarakat.

“Saya sampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi. Bahwa status yang saya buat itu bukan fatwa atau pernyataan Pak Miftah. Itu adalah pendapat  pribadi saya. Tidak ada niat sama sekali dalam diri saya untuk menyusahkan beliau, ulama yang sangat saya hormati,” ungkap Wildan kepada Alhikmahco di hadapan Ir. H. Bambang Pranggono, Ketua Yayasan Istiqamah, Bandung.

Wildan menambahkan, terkait status hukum syariat, produk komunitas D4F, sedang dalam proses konsultasi dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. “Tanggal 16 November ini, rencananya kami akan datang berkonsultasi ke MUI Pusat,” kata Wildan.

Pantauan Alhikmah.co, beberapa jam setelah klarifikasi kepada media, Wildan mengunggah permohonan maaf sekaligus klarifikasi di akun FB pribadinya.

(hb/alhikmahco)