Simpati untuk Pengungsi Muslim Rohingya

Simpati untuk Pengungsi Muslim Rohingya

0 44

ALHIKMAH.CO,– Konflik diskriminasi muslim Rohingya di negaranya kembali menjadi sorotan dunia. Penyelamatan ratusan pengungsi Rohingya oleh nelayan Aceh juga mendapat banyak simpati dari berbagai kalangan, termasuk mubaligh.

“Pengungsi Rohingya yang terusir karena keimanan mereka jelas harus dilindungi. Jadi kita harus menyambut mereka yang terusir dengan tangan terbuka. Sambut mereka bahagiakan mereka, kalau ada sesuatu yang bisa diberi, bagikan ke mereka,” ujar Ustadz Budi Prayitno kepada Alhikmah usai acara Mimbar Inspirasi Alhikmah.

“Indonesia pernah punya pengalaman saat kasus pengungsi Vietnam beberapa waktu silam. Apalagi ini sesama muslim. Kita dorong pemerintah untuk memberikan yang terbaik. Tanah air kita luas, kita sangat mampu untuk menjadi bagian dari proses berhijrah (tempat) mereka,” lanjutnya.

Ustadz Budi melihat, konflik tersebut terjadi karena muslim di sana minoritas, dan secara politis menyukai Budha yang mayoritas. Karena itu, menurutnya, umat Islam Indonesia tidak bisa masuk ke wilayah konflik internalnya. Di Myanmar sendiri mereka sudah bersuara. Partai Aung San  Suu ki, imbuh Ustadz Budi juga mulai bisa diajak terbuka dan simpati. Hal ini, dikarenakan tekanan politik,

“Ini bukan masalah Myanmar – Indonesia, ini masalah regional mereka. Secara personal kita oke, tapi secara negara banyak aspek pertimbangan. Saya kira baik ASEAN, bahkan PBB benar-benar harus turun tangan dan melihat permasalahan ini lebih serius,” tandas ustadz Budi.

Sementara itu, mubalighah asal Bandung, Hj.Fatimah Avalvo mengatakan permasalahan Rohingya seharusnya menjadi momen masyarakat untuk mengkaji aspek kemanusiaannya dan saling tolong menolong pada sesama. “Jika kita tidak mampu dengan harta, minimalnya kita menolong dengan doa,” tuturnya.

Apalagi dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan, jelas Ceu Empet, sapaan akrabnya, masyarakat akan lebih antusias berlomba menimba kebaikan. Sehingga bantuan untuk ratusan pengungsi Rohingya di Aceh lebih bisa lebih mudah digalang. “Mudah-mudahan bisa meringankan beban mereka (warga Rohingya),” harap Ceu Empet. (Aghniya/pnurullah/Alhikmah)