Sikapi Tahun Poltik,  Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat Gelar Pertemuan

Sikapi Tahun Poltik,  Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat Gelar Pertemuan

0 33

ALHIKMAH.CO – Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam Jawa Barat  menggelar pertemuan Youth Movement Outlook 2018 bertajuk ‘dengan tema Menjaga Identitas Politik Kaum Muda di Tengah Kisruh Pesta Demokrasi’ bersama para tokoh pemuda dan mahasiswa yang diselenggarakan Sabtu (13/01/2018), di Bandung.

Diskusi tersebut nampak dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi diantaranya dari Bandung Political Research, Pemuda Muhammadiyah, BKLDK Jawa Barat, FPMI Jawa Barat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat, Gema Pembebasan Jawa Barat, Para Ketua LDK, Perwakilan Media dan beberapa ketua organisasi mahasiswa lainnya se-Jawa Barat.

Dalam diskusi, para mahasiswa dan pemuda ini membahas berbagai persoalan menghadapi tahun politik kali ini, terutama kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di kalangan remaja, mahasiswa dan pemuda. Terlebih lagi saat ini pemilih pemula cukup banyak di Jawa Barat.

Ketua FPMI Jawa Barat, Mashun Sofyan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada generasi muda dalam euphoria pesta demokrasi tahun ini dimana mereka pemilih pemula sangat rentan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu.

“Untuk mengembalikan identitas kaum muda, yang mana mereka sangat rentan terhadap praktek politik pragmatis, yang mana hal itu di gunakan oleh kepentingan parpol” kata mashun Sofyan disela-sela kegiatan diskusi, Sabtu (13/1/2018).

Adapun tanggapan dari beberapa tokoh mahasiswa dalam menghadapi tahun politik di tahun 2018 pertama disampaikan Indra Lesmana selaku Sekjen Gema Pembebasan Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa hakikatnya tahun 2018 merupakan tahun politik dan akan dipertontonkan banyak para calon yang melakukan pencitraan untuk mendapatkan popularitas dan simpati.

“Berbicara masalah tahun politik ini menjadi sebuah ajang mengantarkan pada ambisi di semua tingkatan. Tentunya kita akan mendapatkan upaya-upaya pencitraan dilakukan, untuk mendapatkan popularitas dan simpati. Masalah kekuasaan merupakan kursi yang menggiurkan” tandasnya.

Fauzi Ihsan Jabir selaku Ketua BE Korwil BKLDK Jawa Barat menanggapi bahwa ada dua kemungkinan sikap politik rezim ke depan. “Politik saat ini diartikan sebagai proses interaksi pemerintah dengan masyarakat untuk menentukan kebijakan publik pembuat hukum berada di tangan manusia,” katanya.

Selain itu, Tokoh Jabar Benjamin Constan juga berkata bahwa demokrasi membawa kita menuju jalan yang menakutkan, yaitu kediktatoran parlemen. (tatang/rilis)