Sikap Seorang Hamba akan Rezekinya, dan Harta Berkah

Sikap Seorang Hamba akan Rezekinya, dan Harta Berkah

0 59

PEMBACA, mungkin di antara kita banyak yang berdoa secara terus menerus dengan mengatakan ‘Ya Allah kasih Saya rezeki yang banyak dan melimpah’ tetapi kita berburuk sangka kepadaNya karena tidak mengabulkan doa kita, padahal tidak demikian.

Allah berfiman dalam surat Asy-Syuuraa [42] ayat 27, “dan Jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha melihat.”

Syahdan, Allah tahu sekali sikap dan karakter manusia, boleh jadi Allah belum kasih semua apa yang kita minta, karena ketika Allah kasih, Allah tahu kita akan melampui batas, kalian akan jauh dari Allah, bahkan bisa jadi melakukan kemaksiatan.

Maka sudah menjadi keharusan, sikap pertama yang harus dimiliki seorang hamba adalah husnudzan kepada Tuhannya, sebab Allah tahu sifat setiap manusia, suatu saat jika seorang manusia sudah siap, membuatnya pantas untuk menerima berbagai rezeki dari Allah, maka Ia pasti akan memberikan.

Terkait harta yang berkah, itu bukan cukup atau mencukupi, melainkan ketaatan seorang hamba kepada Allah dengan keadaan yang ada saat itu, baik dalam keadaan harta melimpah ataupun sebaliknya.

Berkah itu akan menambah ketaatan seorang hamba kepada Allah. Jangan dulu menyangka bahwa ketika seseorang melakukan suatu usaha banyak mengalami kesulitan kemudian mengatakan ini tidak berkah, belum tentu, atau saat bisnisnya berkembang luar biasa itu berarti berkah, hal tersebut juga memungkinkan iya atau tidak

Hal yang menjadi pertanyaannya adalah, makin banyak bisnis seseorang apakah semakin dekat dengan Allah tidak? Jangan-jangan sebaliknya, kalau semakin banyak bisnisnya semakin banyak hartanya, tetapi malah menjadikan dia semakin menjauh dari Allah berarti rezekinya tidak berkah.

Kemudian jangan kita suudzon kepada Allah ketika menguji kita dengan berbagai kesulitan, justru saat-saat sulit seperti itu, kita malah semakin dekat dengan Allah. [] (dita/alhikmah)

 

*Dirangkum dari kajian Alhikmah kelima bertema Harta Berkah oleh Ustadz Luthfi Afandi, di Aula Training Centre, Gedung Wakafpro 99-Jalan Sidomukti No. 99 Bandung, Kamis (23/04/2015)