Selamat (Tinggal) Pagi

Selamat (Tinggal) Pagi

0 90

Oleh: Haifa Muflih*
Kau terdiam, berdiri dan membisu
tak satu katapun yang terucap
tapi pagi itu, sungguh menyirat makna dalam
wahai penyembuh lukaku. di mana kau kan tinggal?

agak jauh di depanmu, di sana
aku terbaring, tak mau bergerak
tak mau berfikir. apalagi untuk sekadar peduli
aku hanya tak mau menyiksa diri

kau ucap cinta, meski sunyi
tak ku lihat tanda bahasa
seperti yang dibicarakan orang-orang
ah… aku tak sanggup banyak bercerita
kali kau tinggalkan pagi
kenapa kau jua tinggalkan cinta
cinta duapuluh membuat perih
karena tak bisa ku balas lagi

Bandung, 23 Januari 2015

*Penulis penikmat puisi, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UPI 

BERITA TERKAIT

0 278

0 96

0 24