Sekjen MUI Pusat: Permintaan Maaf Itu Harus, Hukum Tetap Berlanjut

Sekjen MUI Pusat: Permintaan Maaf Itu Harus, Hukum Tetap Berlanjut

0 93

ALHIKMAH.CO- Wakil Sekretaris Jendral MUI Pusat Amirsyah Tambunan mengatakan, terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung umat Islam harus diproses secara hukum. Permohonan maaf saja tak bisa dijadikan penghambat dalam proses hukum.

Sebelumnya Ahok telah mengutarakan permohonan maaf terkait ucapannya yang dinilai melecehkan umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam dan yang merasa tersinggung saya sampaikan mohon maaf, tidak ada maksud saya melecehkan Islam atau Al Quran,” ucapnya kepada wartawan di Balaikota pada Senin (10/10/16) kemarin.

Amirsyah menghargai permohonan Ahok namun proses hukum dilanjutkan.“Kami hargai permohonan maaf dari Ahok, berarti ia mengakui kesalahannya. Namun, proses hukum tetap berlanjut, karena hal itu upaya penegakan hukum,” ujarnya saat ditemui Alhikmah di gedung MUI Pusat-Jakarta, Selasa (11/10/16).

Menurutnya kasus ini harus menjadi pelajaran bagi siapapun. Antara penguasa dan hukum tak bisa dilepaskan.“Ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa penguasa tanpa hukum ia pasti sewenang-wenang, dan hukum tanpa penguasa itu rapuh,” tambahnya.

Senada dengan MUI Pusat. Wakil Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah Siswanto Rawali mengatakan hukum di Indonesia harus ditegakkan. “Kita jangan terjebak, kasus ini tentang penistaan agama, harus segera tuntas, jangan sampai masuk ke ranah politik.” Ucapnya.

Siswanto sangat mendukung jika ormas-ormas Islam melapor kasus pelecehan agama ini. “Saya sangat mendukung jika banyak ormas yang melapor terkait kasus ini, jadi Kapolri banyak mengakomodir aspirasi dan gugatan sehingga hukum bisa dibawa ke meja hijau.” Pungkasnya. (Ricky/Alhikmah)