Sejauh Mana Batasan Muslimah Berdandan?

Sejauh Mana Batasan Muslimah Berdandan?

2 1841

Muslimah sejati yang telah mengetahui ilmu bagaimana seharusnya berpenampilan yang syar’i, akan berpikir seribu kali untuk membeli make up yang berlebihan. Sebab hal itu mubadzir, dan bukan prioritas utama bagi penampilan muslimah.

WANITA identik dengan gaya dan berdandan, tujuannya adalah untuk memerindah maupun memercantik penampilan. Selain dari gaya busana, wajah juga penting bagi seorang wanita. Hampir semua kaum hawa, terutama yang telah memasuki usia remaja pernah memoles wajahnya dengan cara berdandan.

Yaps, pembaca, berdandan, dalam hal ini dengan penggunaan make up, seperti memakai bedak agar wajah terlihat lebih cerah dan lembab, memerahkan bibir dengan lipstick atau lipgloos, bahkan menggunakan blush on agar pipinya merona. Semua itu dilakukan untuk memercantik wajah.

Semakin berkembangnya zaman, diimbangi dengan kemunculan tren hijab style di Indonesia yang kian populer, muslimah tampil dengan gaya busana dan tata rias yang tak kalah menarik dengan gaya wanita kosmopolitan.

Lantas bagaimana kedudukan berdandan dalam pandangan Islam? Dan sejauh mana batasannya? Heum, menarik untuk disimak, khususnya bagi muslimah yang ingin tampil trendi tanpa mendobrak sisi syar’i.

Dilihat dari segi agama, Ustadzah Neni Rachmaniah memberikan tanggapan mengenai masalah riasan wajah, Ia berpendapat “Adapun tentang make up ini berangkat dari Allahu jamiilun, wa yuhibbul jamal, artinya Allah itu indah dan menyukai yang indah-indah, dan pada surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya Sungguh Allah menyukai orang yang bertobat dan orang yang menyucikan diri, jika ayat tadi menjadi pondasi maka bagi perempuan muslimah menjaga keindahan itu wajib,” ungkap Umi, sapaan akrab Neni saat ditemui beberapa waktu lalu.

Umi menambahkan, “Selama make up yang digunakan berbahan dasar halal dan tidak ada unsur berlebihan maka In sya Allah itu menjadi baik.” Sebab ada hadits yang mengatakan Khairul umur ausathuha, artinya sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, salah satunya bisa terkena unsur mubadzir.

Umi melanjutkan, penggunaan riasan muka yang berlebihan pada seorang muslimah akan mengganggu dalam hal berwudhu. Ketika berwudhu, sempurnakan basuhan, maka jika tadi sebelumnya tidak berlebihan sekali tiga kali basuhan sudah hilang.

Selain itu, imbuh Umi, riasan yang berlebihan bisa termasuk aurat juga. Jadi aurat itu bukan hanya yang terlihat. Hal ini termaktub dalam sabda Rasulullah Saw., di H.R. Muslim 3971:  Dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya dan wanita yang kasiyat (berpakaian tapi telanjang, baik karena tipis atau pendek yang tidak menutup auratnya), mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang), kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya, padahal baunya didapati dengan perjalanan demikian dan demikian.

“Hadits ini salah satunya menerangkan bahwa make up berlebihan dengan niat untuk memamerkan pada orang lain termasuk aurat,” lanjut Umi Neni.

Menurut Umi, muslimah sejati yang telah mengetahui ilmu bagaimana seharusnya berpenampilan yang syar’i, akan berpikir seribu kali untuk membeli make up yang berlebihan. Sebab hal itu mubadzir, dan bukan prioritas utama bagi penampilan muslimah.

“Mengutip pendapat Aa Gym, make up kita itu cukup dengan air wudhu, kalau begitu, sudah tidak diperlukan yang berlebihan, hanya dengan air wudhu dan sedikit polesan bedak,” ungkap Umi Neni.

Penampilan itu terdiri dari dua hal, yang pertama jangan sampai orang lain melihat kita dengan pandangan merendahkan, dan yang kedua orang menghina ketika melihat penampilan kita, Neni mencontohkan, jangan sampai kita berpakaian atau berdandan berlebihan hingga membuat orang lain iri, dan jangan sampai orang lain merendahkan kita karena terlalu cuek dalam berpenampilan. Kembali ke Hadits yang tadi sebaik-baiknya urusan adalah yang pertengahan.

Subhanallah, ya pembaca, rupanya Allah telah menciptakan makhluknya dengan keadaan sempurna. Meskipun manusia sering mengeluh tentang keadaan dirinya, ada baiknya jika kita bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Boleh-boleh saja seorang muslimah menggunakan riasan wajah, tetapi yang seperlunya tanpa ada unsur mubadzir. [] (Dita Fitri, alhikmah)