Sejarawan Muslim: Islam Berperan Penting Pengaruhi Sistem Sosial di Indonesia

Sejarawan Muslim: Islam Berperan Penting Pengaruhi Sistem Sosial di Indonesia

0 101

ALHIKMAHCO,– Pengaruh Islam memiliki peran yang sangat kuat di Indonesia. Baik dari segi kultur, ilmu pengetahuan, bahasa, serta politik dan hukum, Indonesia sangat dipengaruhi oleh rambu-rambu Islam dalam ketentuannya. Demikian sepenggal pernyataan sejarawan muslim Ustaz Tiar Anwar Bachtiar dalam lanjutan kajian keislaman di Kuliah Peradaban.

“Dari segi kultur, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim. Tentu dari segi kuantitas akan memiliki pengaruh yang kuat terhadap budaya Indonesia,” ujar Ustaz Tiar di tengah kuliahnya yang berlangsung di Masjid Nurul Falah, Sabtu (25/06/2016).

“Karena budaya sendiri adalah hasil dari sistem gagasan, kalau gagasan nya memiliki latarbelakang Islam, pastilah banyak pengaruhnya terhadap budaya yang dibuat,” lanjut Ustaz Tiar.

Dari segi ilmu pengetahuan, jelas salah satu Peneliti INSISTS ini, di abad ke-17 buku-buku hasil karya ilmuwan muslim pun sudah berjumlah ratusan. Bahkan, lanjutnya, para filologi (ahli naskah kuno), ketika itu pastilah selalu merujuk kepada naskah hasil karya umat Islam tatkala hendak melakukan penelitian.

Maka dari itu, ia mengklaim hampir bisa dipastikan semua sistem lainnya seperti hubungan antara manusia, sistem sosial, sampai sistem fisikal itu dipengaruhi dari keilmuan Islam. Menurutnya, dalam tataran kehidupan bertetangga, akan ditemukan kata RT (rukun tetangga), yang bermuara dari sebuah sistem sosial dan mengharuskan setiap individu untuk rukun dengan tetangganya.

“Jadi negara tidak perlu memberikan jaminan sosial, karena dalam sistem Islam sendiri seseorang tidak akan dikatakan beriman apabila tidur pulas dalam keadaan kenyang sementara tetangganya tidak bisa tidur lantaran kelaparan, demikian tegas Nabi. Maka jaminan sosial itu sendiri akan hadir seiring dengan sistem yang diberlakukan,” tandasnya.

Demikian dari segi bahasa. Sebagian bahasa Indonesia diambil dari Bahasa Arab. Kata Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang kita tahu sebagai salah satu lembaga pemerintahan, jelasnya, juga tak luput dari literatur bahasa Arab.

“Kata “majelis’ yang berarti tempat duduk, kata “permusyawaratan” yang diadopsi dari bahasa Arab, yaitu “syuro”, yang kita ketahui memiliki arti rapat/musyawarah, dan kata “rakyat” sendiri berasal dari kata “ro’iyah” yang artinya penduduk sebuah wilayah,” lanjutnya.

Penulis Hamas Kenapa Dibenci Israel ini juga memaparkan pengaruh Islam terhadap politik dan hukum. Eksistensi kontribusi Islam dalam politik dan penerapan hukum mulai terlihat ketika bermunculannya kerajaan-kerajaan yang berasal dari Islam.

“Hampir seluruh masjid raya di setiap kota dahulu selalu dibangun besertakan dengan alun-alun di dekatnya. Yang nantinya alun-alun itu akan dijadikan tempat eksekusi bagi mereka yang terkena hukum pidana (potong tangan, pancung, dan lainnya). Seperti Cianjur, Bandung, dan Aceh di antaranya,” papar Ustaz Tiar.

Lambat laun, eksistensi alun-alun sebagai tempat eksekusi hukuman mulai hilang sampai sekarang. Bahkan, pungkasya, masyarakat hari ini pun banyak tidak menyadari arti dari hadirnya alun-alun di dekat masjid raya kota mereka. (irfan/alhikmah)