Securah Tangis Pengunjung BIBF 2015 untuk Gaza

Securah Tangis Pengunjung BIBF 2015 untuk Gaza

0 28

Booom,,, Boom,, aaaah,,,

Seketika suasana menghenyak, orang-orang yang tadinya acuh mulai mematung pada sebuah layar, tangis pun mulai menetes. Ketika Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) memutarkan video situasi Gaza ketika agresi Israel Juli 2014 kemarin, di perhelatan Bandung Islamic Book Fair (BIBF) 2015.

20150605_170125Hantaman roket dan bom yang dilemparkan tentara Israel melalui pesawat militernya, berdentum keras hingga mengepulkan asap yang hebat. Tervisualisasikan dalam tayangan tersebut, bangunan luluh lantak, debu-debu berhamburan, dan korban yang tak berdosa mulai berguguran.

Tampak, seorang ayah menangis sambil menggendong putrinya yang tergolek sekarat, bercucur darah ke sebuah rumah sakit. Ada juga bayi-bayi yang masih polos, bersulam perban, anak-anak kecil menangisi kepergian sanak keluarganya. Maka, hati mana yang tak teriris melihat pemandangan demikian?

Dalam kesempatan tersebut, Suhartono sebagai pemateri yang mewakili KNRP bertanya kepada pengunjung BIBF, cukupkah kita menangisi kondisi mereka? Tegakah kita membiarkan penderitaan itu terus dirasakan umat muslim Palestina? Sampai kapan mereka harus menjalani kehidupan seperti itu? Siapa yang akan mengakhiri semua ini?

“Semoga ada dari kita yang bisa mengentaskan penjajahan Israel ini,” harapnya terucap tegas.

Sebab menurut Ustadz Suhartono, situsi konflik yang terjadi di Negara Palestina adalah urusan umat Islam juga. Palestina, imbuhnya, adalah negeri yang diberkahi Allah, pusat peradaban dunia. Di dalamnya ada Masjidil Aqsa yang menjadi simbol kekuasaan dan kepemimpinan dunia.

“Masjidil Aqsa menjadi tempat singgahnya para nabi, peradaban itu berkumpul di situ, risalah agama berkumpul di situ,makanya dulu kita kiblat ke sana. siapa yang memegang kendali disitu, ia yang memegang dunia,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ustadz Suhartono pun mereview batas terirtorial Palestina per masa. Yang makin ke sini batas wilayahnya mengecil, salah satunya adalah Jalur Gaza yang sampai saat ini belum bisa dikuasai penjajah Israel.

“Gaza itu panjangnya hanya 15 km sementara lebarnya ada yang lima ada yang sepuluh. Kalau ditempuh dengan perjalanan mobil dengan kecepatan 80 kmjam itu hanya memakan waktu setengah jam. Namun daerah itu, digempur bagaimanapun juga, sampai saat ini masih milik mujahidin,” paparnya.

20150605_170132Ustadz Suhartono mengatakan umat muslim mesti yakin bahwa suatu saat Palestina akan merdeka dan Masjidil Aqsa akan kembali ke pangkuan umat muslim. Permasalahannya, imbuhnya, apakah kita berada dalam perjuangan itu.

Diakui oleh warga Palestina sendiri, terang Ustadz Suhartono, bahwa mereka hanyalah yang menjaga Masjidil Aqsa, sementara yang akan membebaskan bukan dari rakyat Palestina, pasti dari luar.

“Seperti yang dilakukan oleh generasi pendahulu, yakni Sayyidina Umar bin Khattab dan Salahudin al Ayyubi. Mereka bukanlah orang Palestina,” paparnya.

di akhir kesempatan, Ustadz Suhartono, berharap semoga di zaman ini, hal itu terwujud kembali, dan kita bisa shalat di sana tanpa rasa takut, karena penjajahan Israel sudah dikalahkan. (pnurullah/alhikmah)