Sebelum Wafat, Ini Pesan Achmad Noe’man kepada Sang Cucu

Sebelum Wafat, Ini Pesan Achmad Noe’man kepada Sang Cucu

0 102
Ir. Achmad Noe'man menjelaskan kaligrafi kepada redaksi Alhikmah. (mr/ALHIKMAH)

ALHIKMAH.CO–Kepergian Ir. Achmad Noe’man di usia ke 89 menyisakan kenangan tersendiri bagi orang-orang terdekatnya. (baca: Innalillahi, Maestro Arsitektur Masjdi Tutup Usia)

Kedekatan Sang Maestro Achmad Noe’man dengan keluarganya bukanlah sekedar orang tua saja bagi mereka. Di satu sisi kehadiran Achmad Noe’man di tengah keluarga menjadi multi-sosok dalam perannya. Salah satunya yang dirasakan oleh sang cucu, Khirzan Noe’man, yang sering ditelepon sang kakek setiap menjelang waktu adzan.

“Beliau itu selalu kontak atau telepon ke HP saya saat 5-10 menit sebelum waktu azan, dan mengajak shalat berjamaah,” katanya kepada Alhikmah baru-baru ini di kediamannya. Beliau pun kerap kali menjadi teman diskusinya tiap selepas zikir.

Tak cukup sampai disitu, kedekatan Sang Maestro dengan cucunya tersebut pun terlihat dari nama panggilan beliau yang terdengar unik di tengah keluarga, yaitu “Bavi”, sebuah panggilan yang tidak biasa dialamatkan kepada seorang kakek seperti Achmad Noe’man.

Sebelum wafat, Achmad Noe’man sempat berpesan kepada Khirzan untuk meneruskan perjuangannya di Masjid Salman, dan kini ia  sudah menjadi anggota pengurus Masjid Salman.

“Sebagai cucu, kakek menginginkan saya untuk aktif di Masjid Salman. Jadi untuk dua tahun terakhir ini saya mulai aktif di Salman untuk melanjutkan dakwah beliau, sebagai ketua humas,” tukasnya. (irfan s/alhikmah)