Saya Berencana Menikah dengan Pria Non-Muslim

Saya Berencana Menikah dengan Pria Non-Muslim

0 154
sakinah
Prof Miftah Faridl

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustaz saya mau menikah dengan seorang non-Muslim. Namun masalahnya ia akan masuk Islam satu bulan setelah pernikahan dilangsungkan. Jadi bukan sebelum pernikahan. Alasannya karena kalau sejak sekarang masuk Islam pasti orang tuanya tidak akan mengizinkan nikah dengan saya.

Saya sudah beberapa kali bertanya kepada yang bersangkutan tentang niat keislamannya.  Dan dia berkali-kali pula menyatakan kesediaannya untuk masuk Islam dan bahkan sudah banyak membaca buku-buku tentang Islam. Ayah dan ibu saya baru mau mengizinkan saya nikah dengan yang bersangkutan kalau yang bersangkutan benar-benar masuk Islam dengan sukarela, dengan keyakinannya bukan karena ingin menikah. Bagaimana ini ustaz minta nasehatnya.

Akhwat – Bandung)

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Wanita Muslim hanya dibolehkan nikah dengan pria Muslim. Kalau wanita Muslimah nikah dengan pria non-Muslim tidak sah nikahnya. Karena tidak sah nikahnya maka hubungan intimnya adalah perbuatan zina, perbuatan dosa besar.
Jadi kalau seorang Muslimah mau menikah dengan pria yang belum Muslim walaupun berjanji akan masuk Islam sebelum nikah hendaknya super hati-hati sebab kalau masuk Islam hanya karena akan nikah, bisa terjadi ia murtad lagi keluar dari Islam dan kembali menganut agama lain.

Kalau itu terjadi (suami murtad) maka nikahnya jadi fasid, putus dengan sendirinya. Jadi pendapat ayah/ibu Anda itu betul dan orang tua muslim seharusnya bersikap demikian. Saya sarankan ia harus segera masuk Islam. Dan kalau memang ayah/ibunya akan marah, bisa ditempuh untuk sementara masuk Islam dengan cara tidak terus terang kepada ayah dan ibunya.

Pilih saat yang tepat, kapan ia memberitahukan keislamannya kepada ayah /ibunya tersebut. Kalau Anda bisa mengajak dia masuk Islam dan ia yakin akan kebenaran ajaran Islam, ia masuk Islam dengan sukarela dan kemudian menjadi Muslim yang shaleh, maka Anda telah melakukan suatu perjuangan besar dan In syaa Allah mendapat pahala besar. Apalagi kalau kemudian ayah dan ibunya atau dengan keluarganya yang sama-sama non-Muslim kemudian masuk Islam, amin.

Selanjutnya kalau keislamannya sudah mantap dan Anda tetap mau memilih dia untuk menjadi teman hidup, maka lakukanlah shalat istikharah terlebih dulu dengan khusyu dan berulang kali. Mudah-mudahan ia menjadi suami yang shaleh dan menjadi pemimpin keluarga yang berhasil. Terhadap orang tuanya Anda tetap harus baik. Dan Anda buktikan bahwa Anda adalah menantu Muslimah yang baik. Mudah-mudahan semuanya lancar.