Salam, Hendaklah Menjadi Sapa Pertama Kita

Salam, Hendaklah Menjadi Sapa Pertama Kita

1 157

IMAM Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama bagi Allah adalah orang yang lebih dulu memberikan salam. Hal ini dikarenakan, salam itu sendiri merupakan syi’ar dalam agama Islam.[i]

Kata salam berasal dari kata salima yang maknanya berkisar pada keselamatan dan keterhindaran dari segala yang tercela.[ii] Dengan kata lain, salam itu sendiri adalah sebuah penghormatan (at-tahiyyah), sedangkan asal dari penghormatan itu adalah doa keselamatan. [iii] Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bertemu saudaranya, maka ucapkanlah, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh (Semoga seluruh keselamatan, rahmat dan berkah  dianugerahkan Allah kepada kalian).” (HR. Tirmidzi).

Dalam memberikan salam pun ada etika dan aturannya. Seperti yang termaktub dalam hadits yang diperoleh melalui Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan, orang yang berjalan, memberi salam kepada orang yang duduk, orang yang sedikit memberi salam kepada orang yang banyak, orang yang lebih muda, memberi salam kepada mereka yang lebih tua. (HR. Bukhari).

Sekiranya seseorang memberi salam kepada suatu kaum, maka dia mempunyai kelebihan satu derajat atas mereka. Jika mereka tidak menjawabnya, malaikatlah yang akan menjawabnya seraya melaknat kaum tersebut. Baik yang memberi salam atau pun yang menjawabnya, hendaklah ia mengeraskan suaranya. Sekiranya tidak terdengar suaranya, maka hal itu dianggap bukan merupakan sebuah salam. Rasulullah SAW bersabda : Apabila memberi salam, maka perdengarkanlah. Dan jika kalian menjawab maka perdengarkanlah (mutafaq alaih). [iv]

Adapun jika salam diucapkan oleh orang kafir, maka hendaknya jawab dengan kata wa’alaikum saja. Sebab do’a keselanjutannya khusus untuk sesama mukmin. Sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW, “Apabila ahlu kitab memberi salam kepada kalian, maka jawablah wa’alaikum. (Mutafaq alaih). [v]

Selain ditambahkan derajatnya, dalam keterangan lain, memberikan salam memiliki nilai keutamaan yang besar. Salah satunya apa yang termaktub dalam hadits berikut: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada balasan untuk dua orang Muslim yang bertemu lalu mereka berdua saling bersalaman, kecuali Allah akan mengampuni dosa mereka berdua sebelum mereka berdua berpisah,” (HR. Tirmidzi). [vi]

[i] Tim Lintas Media, Kumpulan Khutbah Jumat, Jombang: Lintas Media, hlm. 46

[ii] Qurais syihab, (2002), Tafsir al-Misbah, Jakarta: Lentera hati, hlm. 108

[iii] Imam al-Ghazali, (2004), bergaul ala penghuni surge, Jakarta: AMZAH, hlm. 226

[iv] Tim Lintas Media, op.cit, hlm. 49-52

[v] HAMKA, (1983), Tafsir al-Azhar, Jakarta: Pustaka Panjimas, hlm. 22

[vi] Imam al-Ghazali, op.cit., hlm. 227

pict, ilustrasi : budidanbadu.blog