Ridwan Kamil Ingatkan Umat Beragama Agar Jaga Toleransi

Ridwan Kamil Ingatkan Umat Beragama Agar Jaga Toleransi

0 35

ALHIKMAH.CO–Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mengingatkan kembali pada semua masyarakat untuk menjaga toleransi. Karena, menurut Ridwan Kamil, Indonesia negara yang penuh keragaman. Jadi, dalam bernegara menjaga kesatuan toleransi beragama sangat penting.

“Karena Negara Republik Indonesia memiliki bermacam-macam suku, ras dan agama,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam acara Talkshow Lintas agama bersama pemuka agama dan elemen masyarakat dari berbagai penganut agama di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Maulana Yusuf, Kota Bandung. Senin malam (13/2) dilansir Republika.co.id.

Namun, kata dia, masalahnya sekarang banyak orang yang tidak bisa menerima keragaman. Ia, sudah berkomitmen untuk selalu menjaga kesatuan negara Indonesia.

“Identitas saya dilahirkan sebagai orang Islam, dan ada juga yang diberikan identitas sebagai umat Kristiani, umat Hindu dan umat Buddha. Namun semua itu bukan menjadi penyekat kita dalam berkehidupan di dunia ini,” katanya.

Emil berharap, semua orang bisa menghadiri acara tersebut untuk menghormati identitas dan menghormati batas-batas keragaman. Dalam agama Islam, ketika ingin memeluk Islam harus mengucapkan syahadat dan mengimani Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sama dengan agama lain, mempunyai proses dan cara dalam beribadah.

“Kita harus menghormarti identitas orang lain dan hormati batas-batasnya. Niscaya tidak akan ada konflik yang terjadi dan tidak akan saling membenci,” katanya. Karena, kata Emil, semua manusia adalah saudara, meski berbeda keyakinan dalam beragama. Semua hal itu, harus disikapi dengan nilai toleransi yang tinggi.

Emil pun mengimbau, semua masyarakat Kota Bandung untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharianya jadi jangan saat beribadah saja. Terutama, untuk umat Muslim di Kota Bandung. Karena, agama Islam sendiri mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, dan hubungan antara manusia dengan manusia.

“Agama itu harus menjadi keseharian kita, jangan hanya direduksi saat beribadah. Dalam beragama itu harus menjadi kesatuan berbangsa dan bernegara,” katanya.  (mr/rol)