Rezim Assad Langgar Gencatan Senjata, Aleppo Terus ‘Membara’

Rezim Assad Langgar Gencatan Senjata, Aleppo Terus ‘Membara’

0 87
Seorang anak yang selamat dari pemboman, tak jauh dari Aleppo. Pic source: theguardian.com

ALHIKMAHCO,– Brita Haji Hasan, kepala dewan oposisi, memegang sebuah foto di ponselnya. Disana, tergambar sesosok jenazah Hasan Amory, seorang pegawai oposisi yang pada suatu pagi dibunuh oleh tentara militer Suriah kala dia bertolak bekerja menuju markas oposisi.

“Kami dibantai hampir setiap hari,” kata Haji Hasan pada The Observer seperti dilansir dari The Guardian, Senin (2/5/2016). Ia diwawancarai di Gaziantep, salah satu kota di Turki, tiga puluh mil dari perbatasan Suriah.

“Mereka menyerang sekolah, dan menargetkan warga sipil dengan menggunakan bom, serangan udara, dan bedil. Kolega saya lainnya pun terbunuh saat berbincang dengan saya melalui Skype.” kisahnya.

Sebagai pimpinan senior di Aleppo, Haji Hasan mencoba melahirkan kondisi yang nyaman dan layak huni di masyarakat, kendati kenyataannya situasi menunjukan sebaliknya. “Kondisi saat ini buruk sekali sebetulnya,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Namun kami tetap berupaya bertahan,”

Kota terbesar di Suriah ini sekali lagi dibombardir. Penduduknya menjadi objek kekejaman Assad, dan diserang tanpa alasan, sebagaimana dunia melihatnya saat ini. Di Aleppo, perjanjian gencatan senjata dilanggar. Terhitung sejak sebelas hari lalu, rezim telah melancarkan 260 serangan udara, 110 meriam, 18 misil, dan menjatuhkan 68 bom. Data-data ini dirilis oleh organisasi pertahanan sipil bernama White Helmets, yang dikontrol pihak oposisi.

Pun, Aleppo telah dikecualikan dalam gencatan senjata yang dilakukan di negeri tersebut, sejak Jumat lalu. Pada Sabtu, serangan udara dimulai sekira pukul 22.00 dengan rentetan misil yang menyerbu area sipil. Dalam kurun waktu satu setengah jam, pasukan Assad telah membunuh enam orang dan dua puluh lainnya terluka. Sehari sebelumnya, mereka menewaskan setidaknya delapan orang, dan merusak fasilitas medis dan pompa air, hampir mengenai persediaan utama kota.

Pada hari Kamis, bom-bom itu menyerang rumah sakit yang disokong oleh Medecins Sans Frontieres dan Palang Merah Internasional. Mereka juga membunuh 26 orang dokter-dokter anak yang tersisa, berikut dengan tiga orang anak.

Staffan de Mistura, duta PBB untuk Suriah, menyatakan perjanjian gencatan senjata yang diperantarai AS dan Rusia itu menghasilkan kesimpulan “nyaris hidup” di pihak masyarakat sipil.

Sementara itu, perwakilan khusus Inggris untuk Suriah, mentweet: “#Rusia perlu memegang kontrol atas serangan-serangan rezim #Assad pada masyarakat sipil.”

Menlu AS pun mendesak adanya gencatan senjata secara meluas dan merata di Suriah. Ia menyatakan, penyerangan di Aleppo harus segera dihentikan.

“Menlu menunjukan perhatiannya tentang situasi yang memburuk di Aleppo. Rezim Assad mempertajam konflik, dengan menjadikan warga sipil tak bersalah sebagai objek,” tutur juru bicara John Kirby. Kirby melanjutkan, mereka akan segera mengupayakan tindakan untuk meredakan ketegangan. (Aghniya/Alhikmah/TheGuardian)