Retas Panjangnya Antrian Haji, Kemenag Akan Gelar Muzakarah Perhajian

Retas Panjangnya Antrian Haji, Kemenag Akan Gelar Muzakarah Perhajian

0 64

ALHIKMAH.CO,– Guna meretas persoalan antrian haji yang semakin panjang, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag akan selenggarakan Muzakarah Perhajian. Kegiatan bertajuk “Istita’ah Kesehatan dan Haji Berulang-ulang” akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (25/02/2015).

Dirjen PHU Abdul Djamil mengatakan antrian haji saat ini mencapai  20 tahun di Kalimantan Selatan, dan yang terpendek sudah mencapai 9 tahun di Sulawesi Utara. “Itu akan meningkat terus.  Karena mereka yang mendaftar itu masih campur dengan yang pernah berhaji dan mendaftar lagi,” tegasnya di Jakarta.

“Ada yang berpandangan haji berulang-ulang itu kebanggaan. Padahal haji itu kan wajibnya sekali,” tambahnya.

Selain soal haji berulang, Muzakarah juga akan membahas definisi istitha’ah (kemampuan). Dikatakan mantan Rektor IAIN (UIN) Walisongo Semarang ini, pengertian istitha’ah didasarkan pada ayat man istatha’a ilaihi sabiilaa yang selama ini lebih diukur dari segi kemampuan finansial dan kemampuan materiil. Hal itu menyangkut  kemampuan seseorang untuk menyediakan ongkos naik haji dan biaya untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Apakah hanya seperti itu yang namanya istita’ah? Bagaimana dengan orang yang dari aspek kesehatan itu sebenarnya sudah tidak mampu?” ujar Abdul Djamil.

Dikatakan Abdul Djamil, Muzakarah ini akan membahas persoalan ini dari berbagai aspek, mulai dari  aspek hukum, kesehatan, administratif. “Jadi orang seperti apa yang misalnya direkomendasikan untuk lebih baik tidak berangkat,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Djamil, akan tampil sebagai pembicara pada muzakarah ini adalah para pakar pada bidangnya. Yakni dari NU, Muhammadiyah, MUI, dan Kementerian Kesehatan. Muzakarah ini dijadwalkan akan dibuka oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin dan diikuti oleh peserta yang terdiri dari  orang-orang yang berkompeten, MUI, perwakilan provinsi, undangan khusus untuk pihak-pihak yang tahu seluk beluk masalah kemampuan melaksanakan haji.

“Hasil muzakarah ini akan dijadikan  pijakan untuk menentukan kebijakan seberapa jauh kita merekomendasikan seseorang untuk berangkat atau sebaliknya tidak usah berangkat,” tuturnya. (pnurullah/alhikmah/kemenag)