Rahmat Baequni: Syam Benteng Terakhir Umat Islam

Rahmat Baequni: Syam Benteng Terakhir Umat Islam

0 1866

ALHIKMAH.CO—Dalam Tabligh Akbar ‘Bantu Suriah Pertahankan Al Aqsha’ di Masjid Al Lathiif Bandung, pakar kajian akhir zaman Rahmat Baequni menyampaikan tentang Negeri Syam yang merupakan benteng terakhir Umat Islam.

“Dalam QS Al Isra ayat 1 tentang sifat Masjidil Aqsha, bahwa Allah telah memberkahi sekelilingnya, termasuk bumi Syam. Sebuah riwayat menyebutkan nama negeri Syam berasal dari kata Sam, yang merujuk pada Sam putra Nabi Nuh a.s yang ikut ke kapal saat banjir bandang terjadi kala itu,” kata Rahmat Baequni, Ahad (15/11/2015)

Sambungnya, dalam basyirah tentang Syam bahwa di negeri Syam ini tanda-tanda kenabian Muhammad terlihat, dan di negeri ini kaum muslimin mencapai kejayaannya, negeri Syam begitu penting bagi umat Muslimin.

“Syam disebutkan dalam do’a Rasulullah Saw, ‘Ya Allah berkahilah untuk kami Madinah kami ini, dan berkahilah mud kami dan sha kami,dan berkahilah kami pada negeri haram(tanah suci) kami, dan berkahilah kami pada syam kami’ menunjukkan bahwa Syam negeri yang diberkahi,” ungkapnya.

Rahmat Baequni juga memaparkan bahwa Syam terdiri dari empat negara, yaitu Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania. Sementara Lebanon dan Yordania telah ditundukkan karena adanya kepentingan Yahudi, tinggal dua lagi yang dari dulu hingga sekarang tidak bisa ditaklukkan bangsa Yahudi yaitu Palestina dan Suriah.

“Mereka (Yahudi) sudah geleng-geleng kepala karena selalu gagal menaklukan Palestina dan Suriah, dan ada satu wilayah di Palestina yang sama sekali tidak ada orang Yahudinya, semuanya umat Muslim, yaitu Gaza,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung keadaan yang terjadi di Suriah sekarang, bahwa di mana ada Syiah pasti ada revolusioner semuanya bekerja sama untuk meruntuhkan Islam dan ini dibalut oleh kepentingan Yahudi, mereka takut jika Islam bersatu padu.

Terakhir  Rahmat mengingatkan, “Siap-siap yang akan mengalami Revolusi Syiah selanjutnya adalah Indonesia, ada kemungkinan Indonesia menjadi jilid kedua Suriah sekarang,” pungkasnya mewanti-wanti. (dita/alhikmahco).