Prof Samuh: Pelajar Muslim Beranilah Berpendapat, Namun Tetap Perhatikan Etika

Prof Samuh: Pelajar Muslim Beranilah Berpendapat, Namun Tetap Perhatikan Etika

0 59

ALHIKMAH.CO,– Mengisi bulan yang penuh berkah ini, Majelis Taklim Riyadlatul Jannah beserta dewan guru Mata Pelajaran PAI mengadakan acara Kajian Islami bertemakan Generasi Muda Mengaji Berprestasi dan  Berakhlakul karimah.

Di hari kedua berlangsungnya acara, hadir Guru Besar Ilmu Komunikasi Asep Saeful Muhtadi. Pada kesempatan itu, Prof. Samuh sapaan karibnya, berkesempatan membahas Remaja Gaul dalam Persepktif Komunikasi.

“Dulu tahun 70-an itu disuruh bicara saya kira sedikit yang mau, sekarang sudah banyak yang mau karena bangsa ini sudah mulai berani,” ucap Prof. Samuh di Masjid Trans studio Mall, Selasa (07/06/2016).

Prof. Samuh mengajak ratusan pelajar yang hadir untuk tidak takut berbicara, mengemukakan pendapat di khalayak umum, sebab keterbukaan berbicara ini menurutnya menyehatkan.

Baik orang yang memendam rasa takut, imbuh pria kelahiran Bandung, 19 Juni 1961 ini, memendam apa pun itu mudah sakit. Tapi kalau segala sesuatu dibicarakan dengan baik dan terbuka, akan mengurangi penyakit yang ada.

“Jadi saya ingin kalian berbicaralah, sebaiknya anda bicarakan tidak usah disimpan-simpan karena keterbukaan dalam berbicara akan menambah kesehatan anda,” ungkap Prof Samuh yang juga salah satu Dewan Redaksi Tabloid Alhikmah ini.

“Jadi komunikasi itu obat kesehatan, maka berkomunikasilah dengan sebaik-baiknya dan sebebas-bebasnya,” lanjutnya.

Namun, tegas Dosen Komunikasi UIN Bandung ini, keberanian berpendapat itu, tetap harus melihat pada etika berbicara, apalagi menghadapi orang tua, guru, atau orang yang secara usia di atas kita. Karena menurut Prof Samuh, bila melanggar etika berkomunikasi, akan melanggar sifat- sifat komunikatif seseorang dalam berkomunikasi. (Rifqi/ed.pn/alhikmah)