PKPIM Malaysia dan HMI Sepakat Soroti Palestina dan Rohingya Lewat Konferensi OKI...

PKPIM Malaysia dan HMI Sepakat Soroti Palestina dan Rohingya Lewat Konferensi OKI 2016

0 62

ALHIKMAHCO,– Organisasi Pelajar dan Mahasiswa Malaysia yang tergabung dalam Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) melakukan kunjungan resmi ke sekretariat PB HMI di Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2015). Kunjungan tersebut dalam rangka bersilaturahim dan kerja sama melakukan gerakan ukhuwah Islamiyah internasional.

Dalam kesempatan tersebut, terjalin kesepakatan untuk sama-sama menyoroti permasalahan umat Islam yang berkembang. Seperti KTT OKI untuk masalah Palestina yang akan digelar Januari 2016 dan KTT Reguler OKI pada April 2016. Yakni untuk mendorong negara-negara anggota OKI untuk menerapkan sanksi ekonomi terhadap Myanmar dan menghentikan genosida terhadap muslim Rohingya.

“PB HMI dan PKPIM harus mendorong negara-negara anggota OKI mengeluarkan sanksi tegas terhadap Israel, agar penjajahan yang dimulai sejak 1967 berakhir,” ungkap Ketua umum PB HMI, Muhammad Fauzi lebih.

“Juga terkait Muslim Rohingya, harus diberikan hak kewarganegaraan dan melaksanakan ibadah seperti warga Myanmar lainnya,” lanjutnya.

PB HMI juga mendorong persatuan umat Islam baik lingkup satu rumpun maupun antar bangsa mancanegara. Menurut Fauzi permasalahan umat Islam saat ini karena lemahnya ukhuwah Islamiyah. Ia berpendapat, penjajahan terhadap Palestina, Genosida di Arkane Rohingya, dan penindasan terhadap umat Islam dibelahan dunia lainnya terjadi karena lemahnya ukhuwah Islamiyah.

Terkait kunjungannya ke Indonesia, delegasi PKPIM Muhammad Khair Bin Sujud berharap dapat mempelajari banyak hal. Khususnya tentang bertukar pikiran, ide dan model perkaderan, untuk meningkatkan perkaderan dan perjuangan.

“Kami sampaikan terima kasih atas pertemuan ini. Semoga pertemuan ini dapat menguatkan ukhuwah PKPIM dan HMI. Semoga kami dapat bertukar pikiran, ide dan model perkaderan, untuk meningkatkan perkaderan dan perjuangan,” tandas Khair. (nurull/alhikmah/rilis)