PIMPIN Bandung Gelar Kajian Sejarah dan Pemikiran Tokoh Melayu Raja Ali Haji

PIMPIN Bandung Gelar Kajian Sejarah dan Pemikiran Tokoh Melayu Raja Ali Haji

0 135

ALHIKMAH.CO– Bekerjasama dengan Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) dan Masjid Salman ITB, Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung menghelat kajian bertema 4 Naskah Karya Raja Ali Haji (Pemikir Melayu). Hadir sebagai pemateri Alumni CASIS Universiti Teknologi Malaysia,Ai Wardah Mardiah Koswiar.

Panitia Acara Muhammad Iqbal Nurhakim mengatakan kepada Alhikmah acara ini bertujuan mengenalkan tokoh Islam Nusantara agar umat Islam memahami sejarah, khususnya sejarah dan kiprah tokoh Nasional.

“Kajian seperti ini diselenggarakan secara insidental. Tujuannya adalah untuk mencerdaskan masyarakat, terutama kalangan muslim, tentang pentingnya mempelajari sejarah Islam,” kata Muhammad Iqbal Nur Hakim, di Masjid Salman ITB Bandung, Ahad (03/01/2016).

Ai Wardah menyampaikan materi
Ai Wardah menyampaikan materi/panitia

Sementara itu, pemateri Kajian, Ai Wardah Mardiah mengatakan kajian sejarah dan pemikiran tokoh Islam khususnya di Nusantara penting untuk dikaji sehingga umat Islam mengetahui sejarah para pendahulu mereka.

“Masyarakat, terutama kalangan muslim saat ini kurang mencari tahu dan mengkaji sejarah tokoh-tokoh besar Islam zaman dahulu,” ujar Wardah Mardiah, saat ditemui Alhikmah usai kajian.

Menurut Ai Wardah, tokoh Melayu Raja Ali Haji merupakan tokoh besar Nusantara yang mungkin saat ini tak banyak orang tahu. Padahal, Raja Ali Haji merupakan pahlawan Nasional dan juga tokoh sastra Nusantara.

“Saya belajar sejarah dari nol. Sejarah Raja Ali Haji ini menarik bagi saya karena beliau adalah seorang ulama yang polifik dan produktif. Hal itu terlihat dari kesungguhan beliau untuk menegakkan Islam, menerapkannya dalam setiap aspek kehidupan,” tambahnya.

Di akhir sesi, Wardah memberikan wejangan untuk para peserta yang hadir dalam kajian tersebut. “Pilihlah jalan ilmu, sebab orang yang mempelajari ilmu dipastikan tidak akan rugi,” pungkasnya. (Asih/alhikmahco)