Peringatan Setahun Syiar Majelis Taklim Al Amanah Bandung

Peringatan Setahun Syiar Majelis Taklim Al Amanah Bandung

0 103

ALHIKMAHCO,– Memperingati setahun berdiri, MT Al Amanah mengajak jamaahnya untuk bersilaturahim dan usrah yang dibimbing langsung oleh Ustadz Budi Prayitno. Peringatan milad ini pun dijadikan sebagai reminder perjuangan mereka selama setahun ini.

Salah satu inisiator MT Al Amanah, Irma Shinsov mengharapkan kegiatan ini bisa melepas sekat dan semakin memperat jalinan kekeluargaan di majelis taklim tersebut. “Di sini kami tidak mau mengekslusifkan diri dari jamaah. Tujuannya murni untuk syiar,” tuturnya, di Kampung Pago Soreang, Selasa (05/05/2015).

Selain syiar melalui pengajian rutin dua kali sebulan, Irma menyatakan MT Al Amanah giat di kegiatan sosial. Satu tahun ini, katanya, MT Al Amanah berusaha membantu sesama melalui kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim.

“Baru-baru ini, kita juga membantu korban kebakaran di Sadakeling,”tambah Ana, yang juga pendiri MT Al Amanah. Ana melanjutkan, waktu satu tahun ini sengaja mereka pakai untuk memupuk kekeluargaan, sehingga banyak kegiatan sosial yang mereka lakukan berjalan dengan sukses bersama jamaah.

IMG_20150505_114423Selama ini, MT Al Amanah kerap menjadi tenaga yang menjadi penopang berlangsungnya kegiatan lembaga lain. Irma menuturkan, karena mereka giat di bidang sosial, tak jarang MT Al Amanah menjadi relawan di pelbagai aksi sosial, salah satunya MHABD (Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa) yang digelar Pemkot Bandung. Dalam waktu dekat, MT Al Amanah juga bekerjasama dengan Tabloid Alhikmah untuk menggelar kegiatan khitanan masal dan Tabligh Akbar.

“Kita mungkin tidak jihad melalui harta, tapi di sini kita bisa jihad tenaga,” tukas Irma.

Sementara itu, Pembina MT Al Amanah, Ustadz Budi Prayitno mengatakan keberadaan majelis taklim ini memang diarahkan untuk kegiatan dakwah dan ladang amal shaleh. Ia berharap, jamaah bisa menjadikan MT Al Amanah sebagai tempat berjihad di jalan Allah dan bisa merekatkan ukhuwah Islamiyah.

“Tak hanya bisa bertahan satu tahun, tapi juga sepuluh tahun, dua puluh tahun, dan seterusnya,” pungkas Ustadz Budi berharap. (Aghniya/Alhikmah)