Pengungsian Dibom Rezim Assad, PBB: Ini Kejahatan Perang

Pengungsian Dibom Rezim Assad, PBB: Ini Kejahatan Perang

0 37

ALHIKMAHCO,– Pengeboman di kamp pengungsi Suriah menewaskan lusinan warga sipil, dan yang lainnya terluka. Pejabat PBB mengatakan rezim Bashar Al Assad bertanggungjawab atas hal ini, dan menyebut perbuatan mereka ‘tercela’ dan termasuk kejahatan perang.

Penyerangan yang terjadi pada Kamis, (6/5/2016) sore itu terjadi di dekat Sarmada, sebuah kota di provinsi Idlib, yang letaknya 12 mil dari Reyhanli di Turki. Mereka memporakporandakan kamp. Salah satu saksi, mendeskripsikan dengan penuh ketakutan, bagaimana pasukan Assad membakar tenda-tenda, dan mayat-mayat bergelimpangan di sekitarnya.

Stephen O’Brien, bagian kemanusiaan PBB, menuntut investigasi langsung atas kasus ini. “…ini sudah termasuk kejahatan perang,” katanya.

Zeid ra’ad Al Hussein, komisaris tinggi PBB untuk HAM, mengatakan penyerangan itu tidak seperti kecelakaan. Ia menyangsikan jika pasukan Assad bisa sampai luput melihat tenda-tenda yang sudah pasti jelas terlihat di udara.

“Staf saya, bersama dengan organisasi lainnya, akan berusaha sekuat tenaga mencari bukti jelas atas kejahatan keji dan terencana terhadap masyarakat yang rentan terserang,” katanya.

Koalisi oposisi Assad sendiri mengungkapkan penyerangan itu sebagai pembunuhan warga sipil secara masal yang sangat keji. Mereka pun menyebut Assad bukanlah partner yang baik untuk diajak berdamai. “Koalisi Suriah menyalahkan masyarakat internasional yang malah diam. Ini bisa diartikan bahwa perbuatan Assad menyerang warga sipil sebagai lampu hijau untuk membunuh lebih banyak warga Suriah,” kata mereka.

Pengamat HAM di Suriah, mengatakan lusinan orang meninggal, dan tujuh diantaranya adalah anak-anak. Gambar-gambar yang ditunjukan para aktivis memperlihatkan masyarakat yang berusaha memadamkan api dengan puing bangunan dan melempar tenda yang terbakar ke tanah.

Medecins sans Frontieres (MSF), yang menyediakan kamp untuk 80 ribu orang di dekat Atmeh, mengatakan serangan itu dimaksudkan Assad untuk menyatakan bahwa masyarakat sipil harus membayar harga mahal atas konflik yang tengah berlangsung. Mereka tak tahu pasti bagaimana serangan tersebut terjadi di kamp, namun kamp tersebut telah cukup lama didiami oleh para pengungsi yang telah berkali-kali pindah kamp sejak perang.

“Jelas, mereka ingin warga sipil membayar atas kejadian ini,” kata MSF. (Aghniya/Alhikmah/TheGuardian)