Pengungsi Rohingya Belajar Bahasa Indonesia dan Inggris di Happy Center Bayeun

Pengungsi Rohingya Belajar Bahasa Indonesia dan Inggris di Happy Center Bayeun

0 54

MUSHALA berbentuk setengah lingkaran tabung memanjang sampai ke belakang sana. Di bawah naungan atapnya yang melengkung, di atas karpet, tiga orang pengungsi Rohingya nampak asyik membaca Al Qur’an dengan suara merdu. Meja bertumpuk Qur’an di tempat masuk mushala di Pengungsian Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Tamiang.

Senja itu, Selasa (26/5/2015) setelah shalat Ashar, aktivitas pengungsi Rohingya di pengungsian begitu beragam. Ada yang sedang istirahat di bawah tenda, bermain bola, membaca al Qur’an di mushala hingga anak-anak yang sedang menikmati permainan.

Tepat di seberang mushala, nampak ramai puluhan warga Rohingya duduk manis, memegang buku dan alat tulisnya. Di bawah tenda posko #SinergiforSolidarity, yang merupakan gabungan aksi kemanusiaan: Sinergi Foundation, Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan), KTNA, Hijabers, Gema Rencong dan berbagai elemen masyarakat lainnya, nampak kegiatan unik berlangsung di sana.
IMG-20150527-WA0015Dua orang relawan sedang mengeja kata, lainnya mengajari mereka anak SD di negeri ini. “A…B….C…D” kata sang relawan mengulang-ulang. Mereka pun mengejakan bahasa Inggris, mengajar menulis latin untuk pengungsi Rohingya. “ONE”..”O..EN..I” kata relawan diikuti muslim Rohingya. “TWO”…”TE..DOUBLE U…O” lanjutnya lagi. Sesekali diikuti canda dan tawa. Beberapa ‘siswa’ Rohingya nampak serius. Mulutnya berkomat kamit, tangannya terus mencatat.
“Pada umumnya, mereka kesulitan berbahasa Inggris dan Indonesia. Di Aceh, Tamiang hanya ada satu, di Kuala Langsa juga satu, karenaya kita adakan program yang fokus pada keterampilan bahasa, juga menulis latin. Mereka tidak bisa menulis latin.

Kita berharap nanti mereka bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,” kata Sepriyanto, Relawan #SinergiforSolidarity yang juga Ketua Yayasan Sinergi Foundation, saat ditemui Alhikmah.co di Aceh, Selasa (26/4/2015).

Menurutnya, didirikannya pelatihan bahasa di posko #SinergiforSolidarity merupakan bagian dari program besar tim Sinergi yang bernama ‘Happy Center’. “Untuk program besar, pemulihan trauma kita meluncurkan Happy Center. Fokus pada pelatihan bahasa, dan pemulihan trauma, mengingat trauma yang ada pada mereka,” tambah Sepriyanto.

IMG-20150527-WA0017Diharapkan, dengan adanya Happy Center, warga Rohingya dapat beraktivitas dengan baik di masa yang akan datang dan tidak mengalami kesulitan komunikasi. “Kebutuhan pengungsi Rohingya berubah-ubah, tergantung kondisi. Tim kami sejak hari pertama sudah menyediakan kebutuhan pakaian, sendal. Lalu berkembang ke perlengkapan shalat karena sebagian besar mereka muslim. Lalu kini yang dirasa mendesak juga ialah pemulihan trauma dan bahasa untuk komunikasi,” pungkasnya. (Rizki Lesus/alhikmah.co)