Pengamat Politik Nilai Pemkot Bandung Belum Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

Pengamat Politik Nilai Pemkot Bandung Belum Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

0 62

ALHIKMAHCO,– Pengamat politik dari Universitas Unpad, Muradi menilai kepemimpinan wali kota Bandung selama satu setengah tahun ini belum menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Ridwan Kamil terlalu fokus mengejar indeks kebahagiaan melalui pembangunan taman,” ujar Muradi saat merilis hasil survey penilaian masyarakat atas kinerja kepemimpinan Ridwan Kamil dan Danial Oded.

Padahal, lanjut Muradi, terdapat tiga hal pokok yang seharusnya digarisbawahi Emil, yakni kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. Jika ketiga hal ini telah dipenuhi, ia berpendapat, barulah aspek-aspek lain seperti pembangunan taman boleh dilaksanakan.

“Ada taman, masyarakat bahagia, tapi perut mereka kelaparan bagaimana? Jika tidak ditangani, justru akan melahirkan kriminalitas,” tutur Kepala Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Unpad, di Hotel Amaroossa Bandung, Selasa (27/05/2015).

Pernyataan Muradi ini bukan semata tanpa bukti. Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Lingkar Studi Informasi dan Demokrasi (eLSID), disebutkan masyarakat menilai pembangunan taman sebagai prioritas terakhir program pembenahan kota.

Sebesar 32,14 persen masyarakat meminta Emil terlebih dahulu menuntaskan mekanisme pengurusan dokumen kependudukan. Sekitar 31,25 persen masyarakat ingin pemkot mengatasi kebersihan, 28,57 persen lainnya meminta bereskan banjir. Sisanya, sebanyak 26,79 persen masyarakat memilih Pemkot selesaikan pembangunan infrastruktur. Terkait yang ini, Muradi menyinggung ketidakmampuan Emil dalam memeratakan pembangunan di seluruh kota.

“Pembangunan terpusat hanya di daerah tertentu saja. Sementara daerah pinggiran, seperti Bandung Selatan menjadi tidak sempat diperhatikan,” ujar pria yang mengambil gelar masternya di Universitas Indonesia ini.

Survei semacam ini, pendapat Muradi, perlu dilakukan secara rutin. Ini bertujuan agar masyarakat tetap mengawal pemerintahan Emil tanpa terbuai dengan program yang hanya sebatas permukaan saja. (Aghniya/Alhikmah)