Pemblokiran Media Islam, ICMI Jabar: Jelas Tindakan Diskriminatif!

Pemblokiran Media Islam, ICMI Jabar: Jelas Tindakan Diskriminatif!

1 34

ALHIKMAHCO,– Diblokirnya 22 situs Islam yang dianggap menyebarkan radikalisme oleh Kemenkominfo memantik beragam tanggapan dari berbagai pihak. Tak terkecuali Ketua ICMI Jabar, Muhammad Najib, yang menyatakan pemblokiran ini merupakan tindakan diskriminatif terhadap Islam.

“Ini tindakan diskriminatif! Padahal ada situs-situs lain yang lebih terang menyuarakan radikalisme dan bahkan menjurus pada sadisme. Kenapa tidak itu yang diblokir?” ungkap Najib, saat dihubungi via seluler, Kamis (02/04/2015).

Mantan Pembantu Rektor III UIN Bandung ini mencontohkan situs dan tayangan kriminal yang dampak psikologisnya jauh lebih besar, seperti pembunuhan. Menurut Najib, tayangan-tayangan tersebut menyajikan radikalisme secara kasat mata. Ia berkesimpulan, BNPT dan Kemenkominfo terlalu mendefinisikan radikalisme secara sepihak, dan menggunakan persepsinya untuk memblokir situs Islam.

ICMI Jabar sendiri akan mendesak BNPT dan Kemenkominfo untuk memverifikasi terlebih dahulu konten situs sebelum memblokir. Sehingga, jika tuduhan radikalisme tersebut tidak benar, Najib meminta dua lembaga tersebut mencabut kembali blokir tersebut. “Verifikasi dan klarifikasi dulu isinya pada pengelola situsnya,” tandas Najib.

Kepala Jurusan SPI UIN Bandung ini menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan gegabah memblokir situs-situs Islam. Menurutnya, BNPT hanya mengikuti selera kebarat-baratan, seperti Amerika, yang menganggap Islam sebagai teroris. Doktrin ini justru membahayakan persepsi masyarakat jika terus dicekoki. “Mereka sepatutnya minta maaf pada umat Islam secara terbuka,” tandasnya. (Aghniya/Alhikmah)