Pasca Serangan Perusuh Jemaat GIDI, Perekonomian Warga Tolikara Menurun

Pasca Serangan Perusuh Jemaat GIDI, Perekonomian Warga Tolikara Menurun

0 30

ALHIKMAHCO,– Kepala Dinas Sosial Tolikara La Bansi menyampaikan kondisi pasca tragedi Tolikara (red_Serangan Perusuh Jemaat GIDI) perekonomian warga Tolikara menurun. Hal itu terjadi karena kios yang menjadi mata pencaharian warga terbakar.

“Dari 64 kios yang terbakar itu, ada sekitar 10 kios milik warga asli Tolikara. Sementara yang lainnya merupakan milik warga pendatang,” ujar Kadinsos Tolikara La Bansi di Rumah Dinas Tolikara, Ahad (26/07/2015).

Kadinsos menerangkan selain berdagang, mayoritas mata pencaharian warga Tolikara sebagai petani. Warga Tolikara, lanjut La Bansi, dalam bertani pada umumnya menanam ubi jalar, dan sayur-sayuran seperti wortel, kol, sawi, buncis dan lain sebagainya.

Kepala Dinas SOsial Tolikara
Kepala Dinas Sosial Tolikara La Bansi

Selain petani, imbuh La Bansi, ada juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mana presentasi pegawai dari aparatur putra daerah Tolikara sendiri lebih banyak dibandingkan dibanding pegawai negeri dari para pendatang.

“Sekira ada 60 persen pegawai itu warga pribumi Tolikara. Sementara 40 persen itu dari warga pendatang,” kata La Bansi.

Kendati demikian, La Bansi menegaskan kembali, bahwa secara umum dampak dari pasca terjadinya  pembakaran puluhan kios oleh perusuh dari Kebaktian Kebangunan Ruhani (KKR) GIDI, menyebabkan perekonomian warga Tolikara menurun. [Laporan Achmad Fazeri/JITU]