Panduan Singkat Ta’aruf

Panduan Singkat Ta’aruf

0 202
Umi Mimin Aminah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ummi yang dirahmati Allah. Saya ingin bertanya, dalam proses ta’aruf, bolehkah saya membeberkan aib-aib saya? Apa batasan yang bisa saya ketahui tentang calon saya, dan juga adakah batasan tentang aib-aib saya yang bisa saya kisahkan pada calon saya? Misal, saya pernah pacaran beberapa waktu lalu, sempat hingga berpelukan (tapi Alhamdulillah, kami belum berzina dan Allah memberi hidayah). Terima kasih Ummi

 Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

ALHIKMAH.CO–Dalam proses ta’aruf kita harus memberi tahu apa yang perlu diketahui calon pasangan hidup kita yang sekiranya dia tidak tahu akan menjadi masalah dalam kehidupan rumah tangga dikemudian hari. Kita perlu memberi tahu kekurangan kita, baik cacat fisik atau kekurangan akhlak kita.

Apa yang perlu diketahui oleh kedua belah pihak dalam proses ta’aruf:

  1. Kebiasaan, aktivitas harian, pekerjaaan, lingkungan dimana dia beraktivitas: rumah, tempat kerja, bermain dan sebagainya.
  2. Kecenderungan, ketertarikan kepada sesuatu baik berupa benda maupun aktiv
  3. Keterampilan, kemampuan yang akan menunjang kehidupan berumah tangga.
  4. Sikap atau attitude, sikap baik atau sikap buruk yang sering berulang dilakukan. Kelebihan dan kekurangan masing-masing.
  5. Visi, misi dan rencana terhadap rumah tangga. Bagaimana kedua belah pihak mempunyai visi rumah tangganya, apa misi yang akan diemban berdua, lalu rencana besar rumah tangga seperti apa yang akan dibina.

Adapun aib berbeda dengan kekurangan diri. Aib harus ditobati dan ditutupi. Masa lalu yang berupa aib tidak perlu diungkapkan kepada calon pasangan. Kecuali aib yang melanggar prinsip- prinsip yang berkaitan dengan rumah tangga, yang kelak akan menjadi masalah.

Sangat penting bagi seorang perjaka untuk menjaga diri agar menjauhi perbuatan yang akan menjadikan aib bagi dirinya maupun aib bagi keluarganya. Terutama jauhi hal-hal yang mendekati zina, jangan anggap sepele hanya sekedar berpegangan tangan, apalagi memeluk, karena itu jalan pembuka menuju zina, Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra 17: 32)

Janganlah bermain-main dengan sesuatu yang membahayakan dan merugikan masa depan, karena efek negatif dari mendekati zinanya saja sangat berbahaya, kelak bagi orang yang mendekati zina akan :

  1. Susah untuk menemukan cinta sejati, hidupnya akan merasa hampa. Susah untuk menemukan cinta pasangan hidupnya.
  2. Merasa curiga terus menerus terhadap pasangan hidupnya, atau merasa rendah diri atau perasaan tidak berharga.

Kalau itu terjadi kehidupan rumah tangganya tak akan mencapai sakinah mawaddah wa rahmah. Jika sudah terjadi maka bertaubatlah untuk mempercepat recovery, hapus perbuatan buruk dengan memperbanyak perbuatan baik (alhikmah.co)

Rubrik ini diasuh oleh Ustazah Mimin Aminah. Pembaca dapat berkonsultasi serba-serbi pernikahan, remaja, juga apa pun dengan mengirimkan pertanyaan ke email redaksi alhikmah: redaksi.alhikmahco@gmail.com