Owner Upnormal Share Tips Sukses Berwirausaha

Owner Upnormal Share Tips Sukses Berwirausaha

ALHIKMAHCO,– Owner CRP Group: Nasi Goreng Mafia, Upnormal, Baso Boedjangan, dan Sambal Khas Karmila, Rex Marindo berbagi kisah wirausahanya dalam kegiatan “Bisnis Berkah Rezeki Berlimpah” yang diadakan PPPA Darul Qur’an.

“Salah satu srategi dalam berbisnis adalah marketing, sebab, penampilan produk turut berpengaruh dalam menarik minat pembeli. Karena itu, perlu dipertimbangkan brand dan packaging-nya,” jelas Rex di Masjid Istiqamah, Jalan Taman Citarum, No. 1, Bandung, Senin (24/4/2017).

Untuk brand, Rex mengimbau agar para calon pengusaha tidak menggunakan nama yang kontroversial. Karena nantinya akan sulit untuk mendapatkan label halal dari MUI. “Padahal label halal merupakan hak untuk setiap konsumen,” tutur Rex.

Rex menjelaskan, bisnis tidak perlu yang aneh-aneh cukup mengelola produk yang diminati banyak orang. Meski begitu, perlu riset pula agar tidak sekadar ikut-ikutan, hanya karena produk tersebut sedang laku keras di pasaran.

Jika bisnis orientasinya untuk mendapatkan untung, katanya, hal tersebut hanya akan menghasilkan kepuasan pribadi. Namun, jika ilmu diterapkan dalam bisnis, maka tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang se-Indonesia.

Rex juga memberikan tips untuk memulai usaha dari nol. Langkah awal, mitra pertama yang diajak adalah Allah. Bisnis yang dikelola haruslah memiliki niat ibadah, katanya. “Bahkan di awal membentuk bisnis, buatlah komitmen untuk mengalokasikan profit sebesar 10% untuk disedekahkan,” ia menuturkan.

Bagi Rex, bisnis merupakan kendaraan untuk melakukan kebaikan-kebaikan kepada sesama. Dengan mengembangkan bisnis, maka dapat pula memberikan benefit bagi sosial.

Langkah kedua, pelajari ilmu bisnisnya. Langkah ketiga, cari pembimbing. Peran mentor ini sangat penting, guna memberikan arahan terhadap bisnis yang sedang dibangun. Itu sebabnya, mentor yang dicari merupakan orang yang berkecimpung di bidang yang sama.

Keempat, punya produk yang diterima pasar. Di sinilah peran mentor sangat krusial untuk memberi saran tentang produk yang digemari masyarakat. Pada fase ini, sensitivitas dan feeling untuk menentukan produk tidak bisa dilakukan oleh pengusaha yang masih baru. Mereka, kata Rex, harus sering berdialog dengan praktisi yang lebih senior.

Terakhir, berjamaah lebih baik. Menurutnya, bisnis yang dilakukan bersama teman yang memiliki satu visi akan lebih baik. Dalam perkembangannya, pengelolaan bisa saling melengkapi, misalnya dalam hal menerapkan sistem keuangan. Dalam konsep berjamaah, tidak bisa dilakukan hanya 2 orang, tapi minimal 3 orang.

“Meski kawan karib, perlu perjanjian hitam di atas putih dengan materai. Agar di kemudian hari tidak terjadi masalah terutama terkait profit,” jelas Rex. (narita/alhikmah)