Ormas Islam Bentuk TAM, Laporkan Kasus Intoleran Teroris Kristen ke Mabes Polri

Ormas Islam Bentuk TAM, Laporkan Kasus Intoleran Teroris Kristen ke Mabes Polri

0 61

ALHIKMAHCO,– Melawan aksi intoleran Teroris Kristen di Tolikara Papua, sejumlah ormas Islam bentuk Tim Advokasi Muslim (TAM). Ketua TAM Dr. Abdul Chair Ramadhan menegaskan pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri.

“Kami telah melaporkan dua pengurus Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara, Nayus Wenda dan Marthen Jingga atas dugaan terjadinya tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi sesuatu pertemuan agama,” ungkap Ustadz Abdul Chair saat dihubungi Alhikmah, Senin (20/07/2015).

“Jelas antara Surat Peringatan GIDI dengan terjadinya tindakan kekerasan terhadap muslim Tolikara adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” lanjut pengurus MUI Pusat ini.

Menurut Ustadz Abdul Chair, penyerangan atas umat Islam ini tak hanya mengandung unsur terorisme, tapi juga aksi separatis yang berakhir pada pelanggaran HAM berat. Akibatnya, serangan serta pembakaran masjid ini berbuah kerusuhan dan menimbulkan rasa takut yang luar biasa pada umat Islam.

Setelah ke Mabes Polri, ustadz Abdul Chair berencana melapor pada Komnas HAM, BNPT, Komisi Agama dan Komisi Hukum DPR RI. Juga, imbuhnya, hendak memastikan keberadaan Perda larangan ibadah dan larangan penggunaan jilbab yang akan diujimaterikan ke Mahkamah Agung.

TAM merupakan gabungan ormas Islam di antaranya  Lisan Hal, LDKI, LKS Al Maqahid Syariah, ANNAS, serta beberapa orang dari kalangan pengacara dan konsultan hukum. Keberadaan TAM ini, bukan hanya mengurusi kasus penistaan agama di Tolikara saja, melainkan juga diberdayakan untuk menangani kasus-kasus lain yang berhubungan dengan pelecehan, penodaan, penistaan, dan kekerasan terhadap umat Islam lainnya. (Aghniya/ed.pnurullah/Alhikmah)