NU DKI: Rais Aam Sampaikan Kewajiban Pilih Pemimpin Muslim Sesuai Muktamar Lirboyo

NU DKI: Rais Aam Sampaikan Kewajiban Pilih Pemimpin Muslim Sesuai Muktamar Lirboyo

0 91
Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun. (sumber foto: istimewa)

ALHIKMAH.CO–Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta menggelar silaturahim bersama Raais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Tanfiziyah PWNU DKI Jakarta mulai dari Rais Syuriah, Ketua, Wakil Ketua hingga pengurus NU DKI Jakarta.

Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun menegaskan bahwa NU sudah memiliki panduan bagaimana memilih pemimpin. “Istilahnya itu qararat, qararatnya orang beriman memilih orang beriman. Dalam al Quran, hal tersebut tidak hanya dijelaskan pada Al Maidah 51 saja, tapi ada banyak,” tegasnya kepada Alhikmah.co di kantor PWNU DKI Jakarta, Selasa (7/2/2017)

Menambahkan Rais Syuriah NU DKI, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif menegaskan bahwa salah satu qararat NU adalah Keputusan Bahtsul Masail Lirboyo tahun 1999 tentang wajibnya memilih pemimpin muslim dan haram memilih pemimpin kafir.

“Tadi disebuh  Rais Aam KH Ma’ruf Amin, ada istilah qararat salah satu putusan Muktamar Lirboyo yaitu  wajib memilih pemimpin muslim. Sudah lama kita keluarkan, dan harus disosialisasikan!” katanya.

Keputusan Bahtsul Masail, menurut KH Samsul Maarif bagi warga NU merupakan ‘fatwa’ yang sudah disepakati para Kiai Suriah dan para ahli agama. “Itu menjadi keputusan bagi warga NU,” pungkasnya.

 

Rais Syuriah NU DKI KH Mahfudz Asirun pun menegaskan bahwa ia sepakat dengan Ketua PBNU bahwa warga NU sangat sakit hati atas ucapan Ahok yang dianggap melecehkan Rais Aam NU KH Ma’ruf Amin, karenanya warga NU DKI tidak akan memilih Ahok pada pilkada DKI nanti. (mr/alhikmahco)