Netty Heryawan Ajak Umat Perkuat Akidah dengan Alquran dan Berjamaah

Netty Heryawan Ajak Umat Perkuat Akidah dengan Alquran dan Berjamaah

0 40

ALHIKMAHCO,– Kita sudah paham, bahwa diutusnya Rasulullah Saw., adalah untuk memperbaiki akhlak. Membicarakan akhlak yang indah, yang mulia, itu dimulai dengan pondasi yang kuat. Ketika berbicara tentang pondasi, maka penentunya adalah akidah. Demikian sepenggal pendapat Istri Gubernur Jabar, Netty Heryawan di kajian Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) belum lama ini.

“Saya harus katakan, hari ini begitu banyak anak-anak kita, yang karena alasan ingin gaul, harus menempuh jalan yang salah. Misalnya pacaran lalu kebablasan dan kemudian hamil di luar nikah,” katanya di hadapan ratusan jamaah yang hadir di Bale Asri Pusdai Bandung.

Lalu yang terjadi, terus Netty Heryawan, karena tidak ingin malu lantas mengusir darah dagingnya sendiri. Ketika sudah seperti itu, larilah orang ini pada lembaga atau yayasan yang bisa menerimanya dengan baik.

“Namun ternyata, ada udang di balik batu. Kebaikannya itu ternyata semu, gadaiannya adalah harus melepas akidah Islam. Dan, karena ia merasa diterima di lembaga itu, akhirnya ia mau-mau saja berpindah agama,” terangnya.

Dan yang membuat ia merasa sedih. Segolongan masyarakat atau komunitas berbasis Islam yang kemudian dengan akuhnya angkuhnya mencaci maki orang yang sudah murtad tadi.

“Saya ngeri. Sebelum kita menuding orang lain, sebetulnya, masalah itu ada pada diri kita. Ada pada keluarga kita, ada pada komunitas islam itu sendiri,’ katanya.

Menurut Netty, sebesar apa pun penyakit, virus, yang datang dari luar, tidak akan bisa menginfeksi kita manakala stamina kita kuat. Hari ini, stamina kita loyo, imbuhnya, karena permasalahan utamanya adalah masyarakat kita menjauh dari Al-qur’an.

“Saya gak tahu, berapa banyak yang baca. Dari membaca kan harus kita pahami, amalkan, dan dakwahkan. Nah itu makin kecil lagi yang mendakwahkan,” katanya.

Saya kok curiga, ini salah satu cara untuk melemahkan umat. Karena mereka tahu kita sudah jauh dari Al-quran, mereka tahu kita punya kelemahan, masuklah virus-virus itu. lewat tayangan, lewat media, lewat pornografi, lewat alkohol.

Karena itu, ia mengajak kepada para orang tua untuk kembali menengok anak-anaknya, jangan sibuk dengan selfie atau kegiatan sosialitas semata. Jangan sampai kita membayar dengan harga yang sangat mahal atas sebuah kegagalan.

“Inilah kemudian yang ingin saya sampaikan, bahwa hari ini kita gak cukup hanya mendengarkan, mengutuk, gak cukup hanya pergi sana-pergi sini, dari satu pengajian ke pemgajian lain, tanpa mampu mengevaluasi seperti apa bangunan keluarga kita,” katanya.

Jadi menurutnya, bulan Ramadhan sebagai momentum membangun kebersamaan, ketahanan keluarga. Ajak ngobrol anak-anak kita, dekati. Inilah yang harus dilakukan, jika tidak mau menyesal di kemudian hari.

“Mari kita kuatkan pondasi kita, kita kuatkan benteng aqidah kita. Agar sekecil bahkan sebesar apa pun virus, sebesar apa pun unsur perusak dari luar, tidak mampu menembus pertahanan akidah kita,” pungkasnya mengajak. (pn/oi/Alhikmah)