Napas Seribu Bulan

Napas Seribu Bulan

0 116

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Maka peluklah Ramadhan, lalu nikmati detik demi detiknya dengan penuh sukacita. Dengan segenap cinta karena Allah semata. Dan Ramadhan terindah semoga terasa. Ramadhan terindah, yang penuh dengan (al)hikmah. Keindahan yang diraih, bukan diterima begitu saja.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Tak ada secuil pun alasan, untuk menyia-nyiakan kedatangannya. Beragam aktivitas dijalani dengan segenap kesungguhan. Produktivitas pantang kendur, justru semestinya kian ketat meningkat. Ramadhan datang, memompa energi dahsyat yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa yang terlelap.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Di jeda waktu seusai shalat, lantunan wahyu suci Alquran mengantarkan hati kian dekat dengan sang Empunya Semesta. Makna, yang tak selesai sampai di situ. Melainkan terus bergerak menyulut semangat untuk semakin mencintai ajaran sempurna ini, sampai di tataran implementasi.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Majelis-majelis ilmu berarak semarak. Orang-orang tak lagi segan untuk berbondong-bondong datang, menyimak pesan-pesan sarat hikmah. Tausyah yang meluncur dari para ulama berintegritas , dan memiliki kapasitas, pun kapabilitas yang mumpuni. Merekalah, para pewaris nabi.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Mulut kita terkunci dari pembicaraan yang tak semestinya dibicarakan. Sepasang mata terjaga dari pandangan yang tak seharusnya dipandang. Kedua telinga tertutup dari kabar angin yang tak patut didengar. Di Hati dan pikiran ini kuat terpatri keinginan, menggapai ridha Ilahi.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Tiada hari yang dilewati tanpa berbagi. Saat kita tengah dianugerahi kelapangan, tangan-tangan ini bergerak ringan, menebar kebajikan. Saat dalam keterbatasan, tangan-tangan ini tak berhenti bergerak, melakukan apapun yang bisa dilakukan, agar tetap bisa menyemai senyum kebahagiaan.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Di sepertiga malam, di salah satu sudut ruang. Bulir-bulir air mata jatuh selepasQiyamul lail ditegakkan. Bibir yang ikut basah tampak bergetar, saat mengucap lirih permohonan ampunan. Ampunan atas banyak khilaf yang dengan sadar atau tidak telah kita perbuat.

Senarai harapan, kesempatan, yang berlangsung tak lebih dari satu bulan. Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, saat gelap menyelimuti malam. Terselip diantaranya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, lailatul qadr. Satu malam yang Allah Azza wa Jalla begitu agungkan. Malam ketika Wahyu suci Alquran diturunkan. Malam ketika para malaikat, termasuk Jibril ‘alaihissalam turun ke bumi dengan izin Tuhannya, untuk mengatur segala urusan. Peluang yang teramat istimewa untuk dilewatkan.

Maka peluklah Ramadhan, lalu nikmati detik demi detiknya dengan penuh sukacita. Dengan segenap cinta karena Allah semata. Dan Ramadhan terindah semoga terasa. Ramadhan terindah, yang penuh dengan (al)hikmah. Keindahan yang diraih, bukan diterima begitu saja. Napas seribu bulan, bekal kita meniti jalan di saat-saat selanjutnya. Wallahua’lam