Nabi Sebagai Teladan

Nabi Sebagai Teladan

0 45

ALHIKMAH.CO–Dalam konteks diri kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw, maka setiap kita tentu saja harus mengenal beliau agar kita bisa meneladaninya, tapi upaya mengenal ini bukanlah sekedar mempelajarinya secara kronologis dari sebelum lahir hingga wafatnya, tapi juga harus dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi, inilah hakikatnya memahami sirah Nabawiyah. Sekurang-kurangnya, ada tiga manfaat yang kita peroleh dari memahami sirah Nabi.

1.Memahami Pribadi Rasul Sebagai Teladan.

Allah Swt telah menyatakan bahwa Rasulullah Saw merupakan sebagai teladan yang baik bagi seorang muslim sebagaimana firman-Nya yang artinya: Sesungguhnya telada ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS 33:21).

Dengan memahami pribadi Rasulullah Saw dari sirah nabawiyah, akan kita rasakan betapa ada kesenjangan yang sangat jauh antara pribadi kita dengan beliau, dan karena itu kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendekati kepribadiannya yang agung.

Keteladanan ini bisa kita dapatkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam kaitan pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa, bahkan kita dapati keteladan dalam a’wah dan perjuangan menegakkan kebenaran ajaran Islam itu sendiri.

Diantara contoh dari keagungan akhlaknya adalah; suatu malam isteri beliau yang bernama menunggu kepulangannya untuk membukakan pintu hingga larut malam. Karena sudah lama menunggu Aisyah kemudian tertidur sehingga ketika dini hari Rasulullah pulang dan memberi salam serta engetuk pintu hingga tiga kali Aisyah tidak juga bangun, maka Rasulullahpun tidur di luar rumahnya.

Saat menjelang fajar, Aisyah terbangun dan amat erkejut karena Rasulullah dianggapnya belum juga pulang, maka dia mencoba membuka pintu dan ternyata didapati Rasulullah tidur di luar rumah. Tentu saja Aisyah meminta maaf atas kejadian itu, tapi Rasulullah ternyata menganggap tidak ada yang perlu dimaafkan karena isterinya tidaklah bersalah.

Kisah di atas menunjukkan kepada kita betapa agung akhlak Rasulullah Saw dan keagungan itu akan terus kita dapatkan manakala kita mengkaji sirah nabawiyah untuk selanjutnya kita teladani dalam kehidupan kita masing-masing. (mr/pds)

BERITA TERKAIT

0 41

0 94