Muslimah Saat Ramadhan, Antara Sibuk Urus Rumah Tangga atau Fokus Ibadah?

Muslimah Saat Ramadhan, Antara Sibuk Urus Rumah Tangga atau Fokus Ibadah?

0 83

DATANGNYA bulan Ramadhan disambut dengan suka cita oleh 1,6 milyar umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah dalam meraih pahala dan ampunan di bulan ini. Namun, di satu sisi kadang merasa cemas tidak mampu memaksimalkan Ramadhan karena disibukkan dengan urusan duniawi.

Untuk kekhusukan ibadah di bulan Ramadhan, para ibu rumah tangga biasanya membeli persediaan makanan sebelum Ramadhan. Setiap sore, para perempuan di rumah disibukkan dengan menyiapkan wejangan berbuka puasa. Di sisi lain ia juga harus tetap melaksanakan tugas utamanya sebagai ibu yang mengasuh anaknya dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Bagi perempuan yang bekerja di luar rumah, mereka tetap harus mengerjakan tugas kariernya. Kesibukan demi kesibukan itu membuat perempuan rentan mengalami kelelahan, sehingga ibadahnya dilakukan dengan sisa tenaganya.

Puasa di bulan Ramadhan adalah wajib bagi laki-laki dan perempuan muslim. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran, Surah al-Baqarah : 183, “Hai orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. “

Hadits-hadits telah meriwayatkan bagaimana Rasulullah memakan segenggam kurma untuk sahur, dan jika ia tidak memiliki kurma, ia akan sahur dengan air saja. Dengan cara itu pula, ia berbuka puasa. Tidak ada konsep makanan dan minuman mewah, atau rumit untuk dimasak seperti yang kita jumpai pada sahur dan berbuka saat ini.

Tujuan dari puasa tidak hanya untuk menjauhkan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga memperoleh ketaqwaan serta berempati dengan orang dhuafa. Ramadhan adalah medan pelatihan, apa yang kita perjuangkan dalam bulan ini harus bisa berlanjut pada perilaku di bulan-bulan selanjutnya.

Ya Ukhti, menyiapkan hidangan yang serba mewah untuk keluarga bukan berarti dosa. Tetapi, yang harus kita pertimbangkan adalah berapa banyak waktu dan tenaga kita yang terkuras untuk menyiapkan makanan tersebut. Sehingga waktu dan tenaga kita bersama Allah kian berkurang. Keseimbangan adalah kunci untuk mengatasi ini.

Pikirkan! Semua momen berharga hilang saat kita sibuk dalam urusan duniawi kita. Untuk satu bulan, Allah menuntut ibadah terbaik kita. Allah bahkan membelenggu setan untuk membebaskan kita dari bisikan jahat. Allah membantu kita dalam melatih pikiran kita, jiwa kita, dan tubuh kita menjadi sadar setiap saat. Satu-satunya pertempuran yang harus kita perjuangkan adalah berjuang melawan hawa nafsu kita.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan mencari pahala hanya dari-Nya, maka akan diampuni semua dosa yang telah lalu,” (HR. Bukhari)

Hanya dengan fokus beribadah selama satu bulan, Allah memberikan ampunan semua dosa yang telah lalu, maka masihkah kita ingin melewatkannya?

Dari itu, marilah kita menyiapkan sahur dan buka sederhana. Jangan berlebihan dalam aktivitas duniawi. Untuk para suami, bantulah mereka para istri untuk meringankan bebannya. Ini Sunnah. Dan ingat, mereka juga sedang berpuasa.

Ya Ukhti, hendaknya kita bijaksana dalam mengatur waktu dan menghemat tenaga dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.  Sehingga kita dapat mengambil berkah bulan ini sepenuhnya.

Setelah bulan Ramadhan berlalu, kita bisa merefleksi apa yang telah dicapai di Ramadhan tahun ini, dan membandingkan dengan Ramadahan sebelumnya. Mulailah tanyakan, apa saja yang telah kita lakukan selama Ramadhan? [Dini Sri/ilmfeed/alhikmahco]