Muslim Pantang Khianat pada Agamanya!

Muslim Pantang Khianat pada Agamanya!

3 141
source:apaiyacom

Berkhianat merupakan bagian dari akhlak tercela yang harus dihindari oleh setiap Muslim. Sebab, pengkhianatan hanya akan menghantarkan seseorang pada kecelakaan dan kesengsaraan.[i] Perihal larangan berkhianat ini, telah banyak Allah singgung dalam firman-Nya. Di antaranya dalam ayat ini, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu. sedangkan kamu mengetahuinya. (QS. Al-anfal [8]: 27)

Dalam konteks al-Qur’an, pengkhianatan merupakan karakter bahkan prilaku yang amat dibenci Allah. Menurut Imam Suyuthi berkhianat merupakan ketidaktaatan kepada perintah-perintah (ajaran-ajaran)-Nya dan atau malah melaksanakan laranganlarangan-Nya. Adapun berkhianat terhadap amanah-amanah yang dipercayakan, bisa berbentuk tidak melaksanakan berbagai kepercayaan yang telah umat berikan.[ii]

Dalam beberapa riwayat hadits dikatakan, sifat khianat tidak laik dimiliki orang mukmin. Sebab, sifat itu merupakan salah satu sifat munafik. Yakni, jika diberi amanah ia khianat.

Pada hari kiamat nanti, Allah akan mengumpulkan para pengkhianat dengan membawa benderanya masing-masing, dan akan dikibarkan dengan ketinggian yang sesuai dengan kadar pengkhianatan yang dilakukan. Sebagaimana yang termaktub dalam hadits berikut : dari Abi Sa’id al-Khudri r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Bagi setiap pengkhianat, pada hari kiamat nanti akan ada bendera di bagian belakangnya, yang bendera itu dikibarkan sesuai kadar pengkhianatannya. (H.R. Muslim)

Rasulullah SAW menerangkan, perbuatan yang termasuk berkhianat bukan saja tidak menunaikan amanah yang sudah dijanjikan, melainkan juga orang yang memakan harta yang bukan haknya, orang yang mempekerjakan seseorang tapi tidak menunaikan hak pembayarannya (gaji), juga para pemimpin yang mendzalimi umatnya. Perbuatan khianat itulah yang akan menghantarkan seseorang ke dalam neraka. Allah SWT berfirman : Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh, dan mengadakan kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang memeroleh kutukan, dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (neraka). (QS. Ar-Ra’du : 25)[iii]

[i] Qomaruddin, (1985),  Asbabun Nuzul, Bandung, CV. Diponegoro, cet. 5, hlm. 224

[ii] Hidayat Nur Wahid, Sederhana itu Indah, Jakarta: Republika Hikmah, hlm. 115-116

[iii] Alamul Huda, Kumpulan Khutbah Jumat para Kiyai, Jombang: Lintas Media, hlm. 85-87